Trump Jelaskan Alasan Kerahkan Militer ke Iran dalam Pidato Kenegaraan
Trump Jelaskan Alasan Kerahkan Militer ke Iran

Trump Jelaskan Alasan Kerahkan Militer ke Iran dalam Pidato Kenegaraan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump secara khusus menyinggung soal Iran dan memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pengiriman aset militer AS secara besar-besaran ke sekitar negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan Meningkat dan Ancaman Perang

Pidato ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan prediksi perang antara kedua negara yang semakin dekat. Trump, seperti dilansir CNN pada Rabu (25/2/2026), menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lengkap tentang tujuan strategisnya dalam mengancam Teheran dengan perang.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," ujar Trump dalam bagian yang relatif singkat dari pidatonya tentang Iran. Meskipun demikian, ia kembali menekankan bahwa pilihannya adalah untuk mengupayakan diplomasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengerahan Militer dan Klaim Program Nuklir

Dalam beberapa waktu terakhir, AS telah mengerahkan dua kapal induknya ke kawasan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln telah berada di kawasan tersebut, sedangkan USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani. Trump bersikeras dalam pidatonya bahwa Iran masih berupaya memajukan program nuklir mereka, bahkan setelah ia mengklaim pengeboman AS pada Juni tahun lalu telah "memusnahkan program senjata nuklir Iran".

"Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya-upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata mereka, khususnya, senjata nuklir. Namun mereka terus melakukannya, memulainya dari awal," tegas Trump. "Kita telah menghancurkannya, dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini lagi, mereka mengejar ambisi jahat mereka."

Penyangkalan Iran dan Perundingan Berlangsung

Iran telah berulang kali menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak sedang mengembangkan bom nuklir. Pada Selasa (24/2) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara eksplisit kembali menegaskan bahwa Teheran tidak sedang mengembangkan bom nuklir.

"Keyakinan mendasar kami sangat jelas: Iran dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir," tegas Araghchi dalam pernyataan via media sosial X baru-baru ini. Araghchi memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan AS, di mana putaran terbaru dijadwalkan pada Kamis (26/2) besok di Jenewa, Swiss, dengan Oman bertindak sebagai mediator.

Keraguan Internasional dan Latar Belakang Konflik

Banyak negara meragukan kejujuran Iran ketika mereka menyangkal sedang mengembangkan senjata nuklir. Di masa lalu, Teheran telah memperkaya uranium hingga tingkat yang hanya selangkah lagi dari menghasilkan material level senjata, menambah kompleksitas situasi dan meningkatkan kekhawatiran global akan potensi konflik yang lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga