Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran dalam 3 Hari ke Depan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang untuk kembali bernegosiasi dengan Iran. Ia menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut mungkin terjadi dalam waktu tiga hari ke depan. "Itu mungkin!" tegas Trump seperti dilansir dari AFP pada Rabu, 22 April 2026.
Sumber Mediasi dari Pakistan
Trump dilaporkan menyampaikan pernyataan ini melalui pesan teks kepada The Washington Post. Ketika ditanya tentang sumber-sumber di Pakistan yang memediasi putaran pertama pembicaraan, ia mengonfirmasi bahwa putaran kedua "diperkirakan akan berlangsung di Islamabad dalam 36 hingga 72 jam ke depan." Hal ini menunjukkan adanya upaya diplomatik yang intensif untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.
Gencatan Senjata Diperpanjang dengan Syarat
Sebelumnya, Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, dalam pengumuman yang sama, ia menegaskan bahwa kebijakan blokade pelabuhan Iran akan tetap dilanjutkan oleh militer AS. "Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," ujar Trump seperti dilaporkan Al Jazeera pada hari yang sama.
Respons Keras dari Iran
Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, merespons pengumuman sepihak dari Trump dengan nada keras. Iran menyatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata yang dilakukan AS tidak memiliki makna apa pun bagi mereka. "Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata Mohammadi, seperti dikutip dari CNN.
Mohammadi juga menilai bahwa perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh Trump merupakan bagian dari taktik AS untuk mengulur waktu sebelum akhirnya melanjutkan serangan ke wilayah Iran. "Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan ketidakpercayaan yang mendalam dari pihak Iran terhadap niat AS dalam proses perdamaian ini.
Dengan demikian, situasi antara AS dan Iran tetap tegang meskipun ada peluang negosiasi yang dibuka. Kedua pihak tampaknya masih mempertahankan posisi yang kuat, dengan AS melanjutkan tekanan militer dan Iran menolak langkah-langkah sepihak dari Washington.



