Trump Tegaskan Blokade Pelabuhan Iran Tak Akan Dicabut Tanpa Kesepakatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan dengan Teheran. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian mengenai perundingan putaran kedua antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung.
Blokade yang dimulai sepekan lalu itu, menurut Trump, "benar-benar menghancurkan Iran". Dia menulis di platform media sosial Truth Social bahwa AS memenangkan konflik tersebut "dengan sangat besar". Komentar ini muncul menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara AS-Iran pada Rabu (22/04).
Delegasi AS Tiba di Pakistan untuk Mediasi
Presiden Trump mengumumkan bahwa perwakilannya akan tiba di Pakistan, yang bertindak sebagai mediator antara kedua pihak, pada Senin (20/04). Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa delegasi itu mencakup Wakil Presiden JD Vance, penasihat Trump Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner. Namun, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, membantah laporan tentang putaran kedua perundingan dengan AS, menyebutnya "tidak benar".
IRNA menambahkan bahwa blokade AS, bersama dengan tuntutan yang "berlebihan" dan retorika ancaman dari Washington, telah menghambat kemajuan negosiasi. Sejak blokade dimulai, pasukan AS telah mengarahkan 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran, menurut Komando Pusat AS (Centcom).
Insiden Penyitaan Kapal Kargo Iran
AS juga mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran bernama Touska untuk pertama kalinya dalam konflik ini, setelah kapal tersebut mencoba menembus blokade pada Minggu (19/04). Trump menulis di Truth Social bahwa kapal itu disita oleh Angkatan Laut AS setelah gagal merespons peringatan untuk berhenti.
"TOUSKA berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya. Kami sepenuhnya menguasai kapal tersebut dan sedang melihat apa isi muatannya!" tulis Trump. Teheran menyebut tindakan ini sebagai "aksi perompakan" dan pelanggaran terhadap gencatan senjata rapuh antara kedua negara.
Iran Kembali Menutup Selat Hormuz
Iran sendiri telah mempertahankan blokadenya di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, selama hampir dua bulan, menyebabkan harga energi global melonjak. Pada Sabtu (18/04), militer Iran kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah sempat dibuka secara terbatas.
Iran mengatakan akan membuka kembali jalur strategis tersebut hanya jika AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran, yang mereka sebut "pelanggaran gencatan senjata". Saat ini, Iran menyatakan sedang meninjau usulan-usulan baru dari Washington.
Kronologi Negosiasi AS-Iran
Berikut adalah garis waktu negosiasi antara AS dan Iran yang diketahui sejauh ini:
- 28 Februari: Konflik meletus setelah AS dan Iran melancarkan serangan.
- 6 Maret: Trump mengatakan tidak akan ada kesepakatan kecuali penyerahan diri tanpa syarat dari Iran.
- 21 Maret: Trump menetapkan batas waktu, mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran.
- 23 Maret: Trump menunda batas waktu, menyebut terjadi percakapan produktif.
- 7 April: Trump mengancam "sebuah peradaban akan punah" jika Selat Hormuz tidak dibuka.
- 8 April: Pakistan mengumumkan gencatan senjata dua minggu untuk memungkinkan pembicaraan lebih lanjut.
- 11 April: Pejabat senior AS dan Iran bertemu di Pakistan, tetapi gagal mencapai kesepakatan.
- 12 April: Trump mengumumkan pemblokiran pelabuhan-pelabuhan Iran.
- 17 April: Menlu Iran mengatakan Selat Hormuz akan tetap terbuka selama sisa gencatan senjata.
- 18 April: Militer Iran menyatakan akan kembali memblokir selat tersebut.
Reaksi Internasional dan Dampak
Pemerintah China menyebut blokade AS sebagai tindakan "tidak bertanggung jawab dan berbahaya", yang dapat melemahkan kesepakatan gencatan senjata dan mengancam keselamatan kapal. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa AS dan Iran sebenarnya "tinggal selangkah lagi" mencapai kesepakatan, tetapi dihadapkan pada sikap maksimalis AS.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyindir keputusan AS dengan menyebut bahwa harga bensin akan naik akibat blokade. Trump, dalam unggahannya, menegaskan bahwa blokade akan tetap berlaku sampai transaksi dengan Iran selesai 100%.
Dengan ketegangan yang terus berlanjut, masa depan perundingan damai dan stabilitas kawasan masih belum pasti, menunggu langkah-langkah konkret dari kedua belah pihak.



