Spanyol Larang AS Gunakan Pangkalan Udara untuk Serang Iran, Trump Marah
Pemerintah Spanyol secara tegas melarang Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan udara gabungan di wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Keputusan ini memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan memutus semua hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Penarikan Pesawat Militer AS dari Spanyol
Dilansir dari Politico, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengonfirmasi bahwa AS telah menarik pesawat-pesawat militernya dari pangkalan udara di Moron de la Frontera dan Rota setelah Madrid melarang penggunaan fasilitas tersebut untuk operasi ofensif terhadap Iran. Lebih dari selusin pesawat militer AS, termasuk tanker pengisian bahan bakar KC-135 buatan Boeing, tercatat meninggalkan wilayah Spanyol pada akhir pekan berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24.
Robles menegaskan dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Armilla bahwa misi militer di Spanyol harus beroperasi dalam kerangka hukum internasional. "Instalasi militer di wilayah Spanyol akan dilarang memberikan dukungan kecuali jika diperlukan dari perspektif kemanusiaan," ujarnya. Tujuh pesawat militer AS di antaranya dipindahkan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Dasar Hukum dan Penegasan Spanyol
Perjanjian tahun 1953 antara Spanyol dan AS memberikan hak kepada Madrid untuk menentukan bagaimana pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayahnya digunakan. Robles menekankan bahwa pangkalan-pangkalan di Spanyol tidak berpartisipasi dalam serangan terhadap Iran pada 28 Februari dan tidak akan digunakan untuk operasi pemeliharaan dan dukungan yang terkait dengan konflik tersebut.
Meski demikian, Robles menyatakan bahwa kebijakan ini tidak mencerminkan dukungan terhadap rezim Iran, yang dia gambarkan sebagai "mengerikan dan diktator". Dia menambahkan bahwa AS kemungkinan melakukan penarikan pesawat karena menyadari pesawat-pesawat itu tidak dapat beroperasi dari wilayah Spanyol sesuai dengan larangan tersebut.
Reaksi Pemimpin Spanyol dan Trump
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengkritik serangan AS dan Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai "pelanggaran hukum internasional" yang berkontribusi pada tatanan global yang lebih tidak pasti dan bermusuhan. Sanchez menegaskan posisi pemerintahnya dengan mengatakan, "Posisi pemerintah Spanyol dapat diringkas dalam empat kata: tidak untuk perang."
Di sisi lain, Trump merespons dengan kemarahan, mengancam akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. "Spanyol sangat buruk. Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," kata Trump dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP.
Dampak dan Dukungan Internasional
Sanchez menanggapi ancaman Trump dengan tegas, menyatakan bahwa Spanyol tidak akan terlibat dalam aksi yang merugikan dunia hanya karena takut pembalasan. "Kami menentang bencana ini," katanya, seraya menambahkan bahwa pendiriannya didukung oleh banyak pemerintah lain dan jutaan warga di Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah yang menginginkan perdamaian.
Spanyol juga mengutuk serangan pembalasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menunjukkan konsistensi dalam menolak eskalasi konflik. Insiden ini menyoroti ketegangan dalam aliansi NATO, dengan Spanyol yang keberatan terhadap peningkatan pendanaan pertahanan sebagai bagian dari pakta tersebut.
