Serangan Ukraina Padamkan Listrik di Belgorod, 220 Ribu Warga Rusia Gelap Gulita
Serangan Ukraina Padamkan Listrik di Belgorod, Rusia

Serangan Ukraina Picu Pemadaman Listrik Luas di Belgorod, Rusia

Wilayah Belgorod di Rusia dilanda gelap gulita setelah serangan terbaru Ukraina menghantam infrastruktur energi setempat. Insiden ini menyebabkan lebih dari 220.000 orang kehilangan pasokan listrik, menciptakan situasi darurat di area perbatasan yang rawan konflik.

Laporan Resmi dan Upaya Pemulihan

Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, mengonfirmasi melalui pernyataan di Telegram pada Jumat (13/2/2026) bahwa serangan tersebut memicu insiden di salah satu gardu induk. Tim darurat telah dikerahkan untuk bekerja memulihkan aliran listrik, dengan perkiraan waktu pemulihan setidaknya empat jam, seperti diungkapkan Gladkov pada Kamis (12/2) waktu setempat.

Menurut laporan kantor berita TASS yang mengutip pusat respons krisis regional, militer Ukraina menggempur area berpenduduk di Belgorod dengan sedikitnya 169 drone dan lebih dari 45 amunisi dalam kurun 24 jam terakhir. Serangan ini tidak hanya merusak fasilitas infrastruktur, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada gedung permukiman, rumah, fasilitas komersial, dan kendaraan yang diparkir.

Komentar Pejabat Rusia dan Dampak Serangan

Wakil Perdana Menteri Rusia, Marat Khusnullin, menyebut serangan ini sebagai tindakan "belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap sistem energi Rusia setelah mengunjungi area terdampak. Dia menekankan bahwa sistem energi mengalami kerusakan serius, berdampak pada sekitar 78.000 penduduk Belgorod.

Khusnullin menjelaskan bahwa upaya pemulihan melibatkan tim Gubernur Gladkov, lembaga federal, dan organisasi penyedia sumber daya. Sumber pasokan listrik cadangan telah dipersiapkan, dengan lebih dari 330 awak darurat dan 400 unit peralatan khusus beroperasi. Langkah-langkah dukungan finansial dan organisasi tambahan juga akan diberikan, dan hasil kunjungannya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Vladimir Putin.

Konteks Perang dan Tanggapan

Hingga saat ini, belum ada pernyataan langsung dari militer Ukraina terkait serangan di Belgorod. Namun, insiden ini terjadi dalam konteks perang yang berlangsung sejak Februari 2022, di mana Moskow dan Kyiv saling melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi, terutama selama musim dingin. Situasi ini memperburuk ketegangan antara kedua negara dan mengancam stabilitas regional.

Serangan terbaru ini menyoroti eskalasi konflik yang terus berlanjut, dengan dampak langsung pada warga sipil dan sistem vital di wilayah perbatasan. Pemulihan listrik di Belgorod menjadi prioritas, tetapi kerusakan yang luas memerlukan upaya jangka panjang untuk memperbaiki infrastruktur yang hancur.