Raja Inggris Charles III menyampaikan pidato bersejarah di hadapan Kongres Amerika Serikat dalam rangka kunjungan kenegaraannya. Dalam pidato tersebut, ia mendesak Amerika Serikat untuk tetap teguh bersama sekutu-sekutu Baratnya di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya terkait Iran dan Ukraina yang berpotensi merusak hubungan transatlantik.
Desakan untuk Solidaritas Sekutu
Raja Charles menekankan bahwa tantangan yang dihadapi dunia saat ini terlalu besar untuk ditanggung oleh satu negara saja. Ia menyerukan kepada para mitra untuk membela nilai-nilai bersama dan tetap bersatu dalam komitmen menegakkan demokrasi, meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara mereka.
Peringatan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Pidato tersebut disampaikan dalam momen perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika dari Inggris. Raja Charles menyoroti ikatan historis antara kedua negara yang lahir dari perselisihan, namun tidak menjadi kurang kuat karenanya. Ia berdoa agar aliansi tersebut terus membela nilai-nilai bersama dan mengabaikan seruan untuk semakin menutup diri.
Dukungan untuk Ukraina
Raja Charles juga menegaskan perlunya tekad yang tak tergoyahkan untuk membela Ukraina dan rakyatnya yang paling berani, guna mengamankan perdamaian yang benar-benar adil dan abadi. Hal ini disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
Sambutan dari Presiden Trump
Sebelum pidato tersebut, Presiden AS Donald Trump menyambut Raja Charles di Gedung Putih dan memuji Inggris sebagai teman dekat di tengah konflik Iran. Pertemuan ini menandai hubungan erat antara kedua negara di tengah situasi geopolitik yang kompleks.



