Qatar Kecam Serangan Iran ke Pelabuhan Duqm Oman dan Kapal Tanker Minyak
Qatar Kecam Serangan Iran ke Pelabuhan Oman dan Kapal Tanker

Qatar Kecam Keras Serangan Iran ke Pelabuhan Duqm Oman dan Kapal Tanker Minyak

Pemerintah Qatar telah menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilancarkan Iran yang menargetkan Pelabuhan Komersial Duqm di Kesultanan Oman serta sebuah kapal tanker minyak di perairan lepas pantainya. Serangan ini dinilai sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan negara dan tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.

Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri Qatar

Melalui sebuah pernyataan resmi yang dipublikasikan di platform media sosial X pada hari Sabtu, 1 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Qatar dengan tegas mengutuk aksi militer Iran tersebut. "Negara Qatar mengecam keras serangan Iran yang menargetkan pelabuhan komersial Duqm di Kesultanan Oman dan sebuah kapal tanker minyak di lepas pantainya," demikian bunyi keterangan resmi tersebut.

Lebih lanjut, Qatar menggambarkan serangan ini sebagai sebuah eskalasi yang berbahaya dan penargetan yang pengecut terhadap Oman, sebuah negara yang selama ini dikenal memainkan peran aktif sebagai mediator dalam hubungan antara Iran dengan komunitas internasional. "Qatar menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Kesultanan, eskalasi yang tidak dapat diterima, dan penargetan pengecut terhadap negara yang memainkan peran mediasi aktif," jelas pernyataan itu.

Solidaritas Qatar dengan Kesultanan Oman

Pemerintah Qatar juga menegaskan dukungan dan solidaritas penuhnya terhadap Kesultanan Oman. "Kementerian Luar Negeri menegaskan solidaritas penuh Qatar dengan Kesultanan Oman dalam semua langkah yang diambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya," lanjut pernyataan tersebut. Qatar menilai bahwa Oman telah berkontribusi signifikan dalam upaya meredakan ketegangan dan mempromosikan dialog konstruktif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang belum terselesaikan di kawasan.

Latar Belakang Serangan dan Eskalasi Regional

Serangan Iran ke Oman ini terjadi dalam konteks eskalasi ketegangan regional yang semakin memanas. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan serangan militer skala besar ke Iran dengan kode nama "Epic Fury" pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan gabungan tersebut dilaporkan telah menewaskan sejumlah petinggi tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga sipil Iran lainnya.

Sebagai bentuk balasan, Iran kemudian melancarkan serangan balasan pada tanggal 28 Februari dan 1 Maret 2026. Tidak hanya menargetkan Oman, Iran juga dilaporkan telah meluncurkan serangan ke kota Riyadh dan Provinsi Timur di Arab Saudi pada hari Sabtu, 28 Februari, yang semakin memperumit situasi keamanan di Timur Tengah.

Kecaman dari Qatar ini menambah daftar reaksi internasional terhadap rangkaian serangan yang terjadi, menyoroti betapa rapuhnya stabilitas kawasan dan pentingnya peran mediator seperti Oman dalam mencegah konflik yang lebih luas. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh berbagai pihak mengingat dampaknya yang potensial terhadap keamanan maritim dan pasokan energi global.