Putin Kirim Ucapan Selamat Resmi untuk Kim Jong Un Setelah Terpilih Kembali
Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengucapkan selamat kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea. Pesan ini disampaikan melalui saluran Telegram Kremlin pada Senin (23/3/2026), menyusul pengangkatan Kim dalam sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi yang diadakan sehari sebelumnya.
Penguatan Hubungan Bilateral Rusia-Korea Utara
Dalam pesannya, Putin menyatakan harapan untuk memperkuat hubungan persahabatan dan sekutu antara kedua negara. "Rusia sangat menghargai kontribusi pribadi Anda dalam memperkuat hubungan persahabatan dan sekutu antara negara kita," ujar Putin. Ia menambahkan bahwa kerja sama erat akan dilanjutkan untuk mengembangkan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang, yang diyakini melayani kepentingan mendasar kedua bangsa.
Hubungan antara Rusia dan Korea Utara telah semakin mendalam dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan penandatanganan perjanjian pertahanan bersama pada tahun 2024. Selain itu, Korea Utara diketahui telah mengirim pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik melawan Ukraina, memperlihatkan aliansi yang kian erat di tengah dinamika geopolitik global.
Proses Pemilihan dan Masa Jabatan Kim Jong Un
Kim Jong Un diangkat kembali ke posisi tertinggi Komisi Urusan Negara dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi pada Minggu (22/3). Ini menandai masa jabatan ketiganya secara berturut-turut sejak komisi tersebut dibentuk pada tahun 2016 sebagai badan pengarah kebijakan tertinggi negara itu. Sebelum acara pengangkatan, 687 deputi terpilih ke majelis, dengan warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak kandidat tunggal yang diajukan oleh partai yang berkuasa.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), para anggota parlemen baru disetujui dengan dukungan 99,93% suara, sementara 0,07% menentang, dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 99,99%. Foto-foto yang dirilis KCNA menunjukkan Kim Jong Un mengenakan setelan jas formal ala Barat dan duduk di tengah panggung, diapit oleh pejabat tinggi di depan patung raksasa ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung.
Latar Belakang Kepemimpinan Kim Jong Un
Kim Jong Un adalah penguasa generasi ketiga dari negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada tahun 1948. Ia telah memerintah Korea Utara sejak kematian ayahnya pada tahun 2011, mempertahankan kontrol ketat atas pemerintahan dan militer. Terpilihnya kembali ini memperkuat posisinya dalam memimpin negara yang sering menjadi sorotan internasional karena kebijakan isolasionis dan program nuklirnya.
Ucapan selamat dari Putin ini tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik yang hangat antara kedua negara, tetapi juga menandakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan politik. Hal ini terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan global, di mana aliansi seperti ini dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Timur dan sekitarnya.



