Putaran Kedua Perundingan Nuklir AS-Iran Digelar di Jenewa 17 Februari
Putaran Kedua Perundingan Nuklir AS-Iran di Jenewa

Putaran Kedua Perundingan Nuklir AS-Iran Digelar di Jenewa 17 Februari

Babak kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah dijadwalkan untuk digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, di kota Jenewa, Swiss. Pertemuan diplomatik penting ini akan berlangsung dengan mediasi dari Oman, yang juga bertindak sebagai tuan rumah dan fasilitator dalam putaran pertama perundingan yang diselenggarakan di Muscat awal bulan ini.

Delegasi Iran Berangkat ke Jenewa

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah memimpin delegasi diplomatik dan teknis yang berangkat dari Teheran menuju Jenewa pada Minggu, 15 Februari 2026, waktu setempat. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi tidak hanya akan menghadiri perundingan nuklir tetapi juga dijadwalkan untuk melakukan serangkaian konsultasi diplomatik dengan berbagai pejabat internasional selama kunjungannya di Swiss.

"Araghchi berangkat dari Teheran ke Jenewa pada Minggu malam, memimpin delegasi diplomatik dan teknis untuk melakukan putaran kedua perundingan nuklir dan menggelar sejumlah konsultasi diplomatik," jelas pernyataan tersebut, seperti dilaporkan oleh AFP dan Anadolu Agency.

Mediasi Oman dan Peran Swiss

Perundingan nuklir ini akan dilaksanakan secara tidak langsung antara Iran dan AS, dengan Oman berperan sebagai mediator utama. Negara Teluk ini telah menunjukkan komitmennya untuk memfasilitasi dialog antara kedua negara yang memiliki hubungan yang tegang selama beberapa dekade.

Di sisi lain, Swiss dipilih sebagai lokasi putaran kedua karena peran historisnya dalam hubungan diplomatik antara Iran dan AS. Sejak krisis penyanderaan tahun 1980, Swiss telah mewakili kepentingan AS di Iran, menjadikannya pihak netral yang kredibel dalam proses perundingan yang kompleks ini.

Agenda Pertemuan dan Konteks Politik

Selama di Jenewa, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan untuk bertemu dengan beberapa pejabat tinggi, termasuk:

  • Kepala Departemen Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis
  • Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi
  • Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
  • Berbagai pejabat internasional lainnya yang berbasis di Swiss

Putaran kedua ini diselenggarakan setelah putaran pertama pada 6 Februari 2026 di Muscat, yang berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan perundingan. Negosiasi ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali dialog yang terhenti akibat perang yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu.

Latar belakang perundingan ini semakin rumit dengan ancaman militer AS terhadap Iran dan pengiriman kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah, yang terjadi menyusul penindakan brutal terhadap unjuk rasa antipemerintah di Teheran bulan lalu.

Proses Perundingan yang Berlanjut

Dalam putaran pertama perundingan, pertemuan dilakukan secara tidak langsung dengan mediasi Oman. Delegasi Iran dipimpin oleh Abbas Araghchi, sementara pihak AS diwakili oleh Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, yang dikenal memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan luar negeri Amerika.

Dengan dijadwalkannya putaran kedua di Jenewa, harapan untuk mencapai kemajuan dalam perundingan nuklir semakin meningkat, meskipun tantangan politik dan keamanan tetap menjadi faktor kritis yang harus diatasi oleh kedua belah pihak.