Prancis Siap Bela Negara Teluk dan Yordania Melawan Serangan Iran
Prancis Siap Bela Negara Teluk dan Yordania Lawan Iran

Prancis Tegaskan Dukungan Penuh untuk Negara-Negara Teluk dan Yordania Melawan Iran

Pemerintah Prancis secara resmi menyatakan kesiapannya untuk membela negara-negara Teluk dan Yordania dalam melawan Iran, jika diperlukan. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul serangkaian serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke beberapa negara di kawasan Teluk, yang diklaim menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan Iran ini merupakan respons atas serangan rudal gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dukungan Solidaritas dan Prinsip Pertahanan Kolektif

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam pernyataan yang dilansir kantor berita AFP pada Senin (2/3/2026), menegaskan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya kepada negara-negara sekutu yang menjadi sasaran serangan Garda Revolusi Iran. Negara-negara tersebut meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania. Barrot menyatakan bahwa Prancis siap mengambil bagian dalam pertahanan mereka, sesuai dengan perjanjian yang mengikat dan prinsip pertahanan diri kolektif yang diatur dalam hukum internasional.

Menurut Barrot, sekitar 400.000 warga negara Prancis saat ini tinggal atau sedang mengunjungi negara-negara di kawasan Teluk dan sekitarnya, yang memperkuat kepentingan Prancis dalam menjaga stabilitas wilayah tersebut. Pernyataan ini sejalan dengan komitmen sebelumnya dari pemerintah Prancis, Jerman, dan Inggris, yang pada hari Minggu (1/3/2026) menyatakan kesiapan mereka untuk membela kepentingan dan sekutu di Teluk jika diperlukan.

Serangan Iran dan Respons Internasional

Serangan udara terbaru Iran terdengar di seluruh wilayah Teluk pada Senin (2/3/2026), termasuk di kota-kota Dubai, Doha, dan Manama. Militer Iran mengklaim telah menggunakan 15 rudal jelajah dalam serangan terhadap pangkalan udara AS di Kuwait dan kapal-kapal di Samudra Hindia. Dalam pernyataan bersama, Prancis, Jerman, dan Inggris mengutuk serangan sembrono Iran yang mengancam personel militer dan warga sipil mereka di wilayah tersebut.

Mereka menegaskan akan mengambil langkah-langkah defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan rudal dan drone. Situasi ini meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan potensi eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan global. Prancis menekankan bahwa dukungannya didasarkan pada prinsip hukum internasional dan komitmen untuk melindungi sekutu serta warga negaranya di wilayah yang rentan ini.