Prabowo Jelaskan Alasan Intensif Kunjungan Luar Negeri demi Kepentingan Rakyat
Prabowo Ungkap Alasan Kunjungan Luar Negeri untuk Rakyat

Prabowo Buka Suara Soal Frekuensi Kunjungan Luar Negeri sebagai Presiden

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menjelaskan alasan di balik intensitas lawatannya ke berbagai negara selama memimpin Indonesia. Dalam sebuah diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube Prabowo Subianto pada Minggu (22/3/2026), ia menekankan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan upaya strategis untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara demi kepentingan rakyat, termasuk dalam hal lapangan kerja.

Posisi Strategis Indonesia di Panggung Global

Prabowo awalnya menguraikan posisi Indonesia yang sangat strategis di kancah global. Selain menjadi negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia juga dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah. Ia mengingatkan bahwa sejak ratusan tahun silam, wilayah Nusantara telah menjadi jalur perdagangan vital yang menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari Asia hingga Afrika.

"Indonesia banyak kayu waktu itu. Jadi mereka semua ke Indonesia ke gugusan pulau waktu itu kan. Mereka ke pulau timur, ambil kayu-kayu kita yang bagus. Super power waktu itu ya, Spanyol, Portugis, Prancis, Belanda, Inggris. Semua ke sini. Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh," ungkap Prabowo dalam diskusi tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kebutuhan Menjaga Hubungan Baik dengan Banyak Negara

Dalam konteks kekinian, Prabowo menilai Indonesia perlu terus memelihara hubungan baik dengan banyak negara. Ia menyoroti keanggotaan Indonesia di berbagai forum internasional, seperti ASEAN, G20, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang menuntut kehadiran aktif pemimpin negara dalam berbagai pertemuan global.

"Nah kita akhirnya kita harus punya hubungan baik dan banyak negara. Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20, 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G...kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus. Iya kan?" tegasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua negara. Prabowo dengan tegas menepis anggapan bahwa dirinya suka jalan-jalan, seraya menekankan bahwa tujuan lawatannya semata-mata untuk kepentingan rakyat.

"Nah, makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya, untuk menjaga apa? lapangan kerja," ujarnya.

Diplomasi Langsung untuk Percepatan Kesepakatan Strategis

Prabowo juga menekankan pentingnya diplomasi langsung di tingkat pemimpin untuk mempercepat kesepakatan strategis. Ia memberikan contoh konkret berupa perundingan kerja sama ekonomi komprehensif atau CEPA dengan Uni Eropa dan Kanada, yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk Indonesia. Setelah melalui proses panjang selama 10 tahun, perjanjian tersebut akhirnya berhasil diselesaikan di eranya.

"Aku kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya, kita sama Kanada, CEPA juga perdagangan ya untuk buka. Sekarang kita punya barang-barang 0% ke Kanada, ke Uni Eropa. artinya apa? Sepatu kita, tekstil kita, yang tadinya terancam, sekarang kita punya peralihan," paparnya.

Pergeseran Geopolitik ke Geoekonomi

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa dalam situasi global saat ini, geopolitik telah bergeser menjadi geoekonomi. Menurutnya, hubungan baik antarnegara menjadi sangat krusial untuk menghindari tekanan sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di dunia internasional.

"Jadi kalau Anda hubungannya tidak baik, Anda dapat tekanan macam-macam," ujarnya.

"Jadi, kenapa saya ingin perkuat ekonomi kita transformasi dan sebagainya. Supaya kita satu tidak bisa di bentak-bentak," lanjut Prabowo, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi Indonesia melalui transformasi yang berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga