Prabowo dan Trump Akan Teken Kesepakatan Tarif Dagang RI-AS Besok
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberikan penjelasan resmi mengenai rencana penandatanganan kerja sama terkait tarif dagang antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat. Rencananya, penandatanganan kesepakatan penting ini akan dilaksanakan pada hari besok, tanggal 19 Februari 2026.
Agenda Kunjungan ke Washington DC
Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat dengan tujuan utama untuk menghadiri undangan rapat perdana Board of Peace. Namun, di samping agenda utama tersebut, terdapat tambahan agenda yang sangat signifikan yaitu penandatanganan kesepakatan tarif dagang dengan Presiden AS Donald Trump.
"Menghadiri undangan mengenai meeting BoP, kemudian juga atas koordinasi kedua negara salah satu tambahan agendanya adalah Insyaallah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS," jelas Prasetyo usai mengikuti rapat bersama Pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa jadwal penandatanganan tersebut telah direncanakan untuk tanggal 19 Februari, tepat setelah pelaksanaan rapat Board of Peace. "Rencana (penandatanganan) kalau sesuai jadwal di tanggal 19 (Februari). Setelah BoP baru kemudian ada rencana tandatangan kerja sama tarif," sambungnya dengan penuh keyakinan.
Harapan untuk Hasil yang Lebih Baik
Meskipun untuk sementara ini belum terdapat perubahan signifikan terkait isi kesepakatan dari pembahasan sebelumnya, Prasetyo menyampaikan harapan besar agar terjadi perkembangan positif dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump.
"Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," ungkapnya dengan nada optimistis.
Prasetyo secara terbuka mengungkapkan harapannya untuk mendapatkan angka tarif yang lebih menguntungkan bagi Indonesia. Namun, dia juga mengakui bahwa hasil akhir sepenuhnya bergantung pada proses negosiasi yang akan berlangsung. "Ya harapan kita kan tentu pengen seperti itu ya (turun). Siapa tau," tuturnya dengan penuh harap.
Kedatangan Prabowo di Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto diketahui telah tiba di Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan penting dengan Presiden Donald Trump. Kedua pemimpin negara ini dijadwalkan akan membahas berbagai aspek kerja sama ekonomi, dengan fokus utama pada perundingan tarif dagang yang sangat dinantikan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Biro Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan resminya telah mendarat dengan selamat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, pada hari Selasa (17/2) pukul 11.55 waktu setempat.
Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo tampak disambut dengan hangat oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI Washington Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta Maintenance Group Commander Colonel Gary Charland. Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja yang diharapkan dapat membawa hasil konkret bagi hubungan bilateral kedua negara.



