Prabowo Buka Suara Soal Frekuensi Kunjungan ke Luar Negeri
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penjelasan resmi mengenai aktivitasnya yang sering melakukan lawatan ke berbagai negara. Dalam rapat kerja pemerintah yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Prabowo menegaskan bahwa seluruh kegiatannya di luar negeri memiliki tujuan strategis, terutama untuk mengamankan pasokan minyak di tengah gejolak geopolitik dunia yang semakin tidak menentu.
Merespons Kritik dengan Data Nyata
"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana," ujar Prabowo dengan tegas di hadapan para peserta rapat. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap berbagai komentar yang menyoroti frekuensi kunjungannya ke negara lain.
Presiden ketujuh Indonesia itu kemudian mengungkit contoh konkret dari lawatan terbarunya ke Jepang. "Kita ke Jepang kita dapat. Nih saya berangkat lagi nih. Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana," katanya sambil menyiratkan bahwa ada rencana kunjungan berikutnya yang sudah dipersiapkan dalam waktu dekat.
Hasil Nyata dan Persiapan Matang
Kunjungan ke Jepang, menurut Prabowo, telah menghasilkan sejumlah kerja sama bilateral yang bersifat strategis, khususnya dalam bidang energi. Dia menekankan bahwa setiap lawatan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui persiapan yang sangat matang oleh tim advance.
"Amankan juga, tapi alhamdulillah sebelum saya berangkat, advance team, 'tenang'. Jadi saya confident, bagi saya Indonesia gelap nggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah," papar Prabowo dengan optimisme yang tinggi. Laporan dari tim advance di negara tujuan disebutkan telah menyatakan bahwa seluruh persiapan untuk kunjungan tersebut telah siap secara menyeluruh.
Strategi Jangka Panjang untuk Ketahanan Energi
Prabowo menjelaskan bahwa fokus utama dari diplomasi energinya adalah untuk mengantisipasi potensi krisis minyak global yang bisa berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dalam konteks geopolitik saat ini, dimana ketegangan di berbagai wilayah dapat mengganggu pasokan energi dunia, langkah proaktif dianggap sangat diperlukan.
Dia menambahkan bahwa kerja sama energi tidak hanya terbatas pada minyak, tetapi juga mencakup pengembangan sumber energi alternatif dan teknologi hijau. "Ini semua bagian dari upaya kita membangun ketahanan energi nasional yang tangguh," tegasnya.
Dengan demikian, Prabowo berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap kunjungan luar negeri yang dilakukannya memiliki tujuan yang jelas dan terukur, yaitu untuk menjamin keamanan dan ketersediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia di masa depan.



