Prabowo dan PM Australia Bahas Kerja Sama Pendidikan, Investasi, dan Pertahanan
Prabowo dan PM Australia Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi

Prabowo dan PM Australia Perkuat Hubungan Bilateral di Berbagai Bidang

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (6/2/2025). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menjajaki penguatan kerja sama strategis antara kedua negara di berbagai sektor prioritas.

Pendidikan dan Pelatihan Guru Jadi Fokus Utama

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus mengundang Australia untuk mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. "Saya mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan.

Program ini akan difokuskan pada para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas serta sekolah-sekolah baru yang sedang dibangun oleh pemerintah. Kerja sama pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Investasi Hilirisasi Mineral Kritis Dijajaki

Selain bidang pendidikan, Prabowo juga mengajak Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia. "Saya juga mengundang Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas," tegasnya.

Dalam konteks ini, Danantara (Dana Kekayaan Negara Indonesia) menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan mitra Australia. "Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya," jelas Prabowo.

Nota Kesepahaman dan Kerja Sama Pertahanan

Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese mengungkapkan bahwa kedua negara telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara. "Nota kesepahaman ini akan meningkatkan kerja sama serta membantu mengidentifikasi peluang investasi dua arah antara kedua negara," kata Albanese.

Lebih lanjut, Albanese mengumumkan serangkaian inisiatif baru dalam kerja sama pertahanan yang mencerminkan pertumbuhan kepercayaan strategis antara Indonesia dan Australia. "Termasuk menawarkan untuk menetapkan posisi tertanam baru bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia," bebernya.

Penawaran ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan bilateral, khususnya di bidang pertahanan, serta mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama. "Ini akan meningkatkan kemampuan Indonesia melakukan latihan bersama dengan mitra, termasuk Australia," sambung Albanese.

Optimisme Masa Depan Hubungan Bilateral

Di akhir pertemuan, Albanese menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap masa depan hubungan kedua negara. "Saya yakin hubungan Australia dan Indonesia akan semakin kuat di masa mendatang," pungkasnya di hadapan Presiden Prabowo.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pemimpin untuk memperdalam keterlibatan ekonomi dan strategis, dengan Indonesia sebagai mitra kunci Australia di Asia Tenggara. Kerja sama yang dijajaki mencakup aspek pendidikan, investasi, dan pertahanan, yang diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga