Prabowo Sambut Menteri Keamanan China, Fokus pada Stabilitas Kawasan Asia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima kunjungan kerja Menteri Keamanan Negara (MSS) China, Chen Yi Xin, di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2026. Pertemuan bilateral yang berlangsung dalam suasana hangat ini menandai komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan strategis di bidang keamanan dan stabilitas regional.
Dialog Mengenai Stabilitas Keamanan Asia dan Dunia
Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tersebut, Menteri Chen Yi Xin menyampaikan harapan pemerintah Republik Rakyat China. "Pada kesempatan tersebut, Chen mengutarakan harapan RRT untuk bersama dengan negara-negara sahabat membangun kerja sama guna memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan di Asia maupun dunia," seperti dikutip dari pernyataan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet (Setkab).
Presiden Prabowo Subianto merespons positif harapan tersebut dengan menekankan perspektif Indonesia. "Menyambut harapan pihak RRT, Presiden Prabowo mengedepankan kembali pandangan Indonesia tentang pentingnya arti stabilitas kawasan bagi Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan," lanjut pernyataan Setkab. Diskusi ini menggarisbawahi kesadaran bersama bahwa lingkungan keamanan yang stabil merupakan prasyarat fundamental bagi kemajuan ekonomi di kawasan Asia.
Peningkatan Kerja Sama Keamanan dengan Badan Intelijen Negara
Pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, yang turut mendampingi Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan fokus spesifik pada peningkatan kerja sama teknis di bidang intelijen dan keamanan nasional.
"Peningkatan hubungan baik serta kerja sama MSS dengan BIN di masa depan menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Pemerintahan Presiden Prabowo yang memiliki visi untuk meningkatkan keamanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik pada tatanan multipolar melalui peran aktif di berbagai dimensi hubungan internasional," jelas pernyataan resmi pemerintah. Komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara MSS China dan BIN ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan keamanan kontemporer yang kompleks.
Konteks Agenda Diplomasi dan Ekonomi Prabowo
Kunjungan Menteri Keamanan China ini terjadi pada hari yang sama dengan agenda ekonomi penting Presiden Prabowo. Pada hari Jumat tersebut, Presiden juga menerima Ray Dalio, investor ternama dari Amerika Serikat yang berperan sebagai salah satu penasihat Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia.
Pertemuan dengan Ray Dalio membahas optimalisasi peran Danantara, sovereign wealth fund Indonesia yang dibentuk pada Februari 2025 untuk mengelola aset negara dan BUMN strategis. "Danantara terus bekerja sama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan kekuatan Danantara di mata internasional," tulis Setkab. Kedua pertemuan ini mencerminkan pendekatan pemerintahan Prabowo yang menyelaraskan diplomasi keamanan dengan strategi ekonomi dalam kebijakan luar negerinya.
Dengan demikian, kunjungan Menteri Chen Yi Xin tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-China, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Asia, sekaligus membuka peluang untuk kerja sama yang lebih mendalam di bidang intelijen dan pertahanan.



