Pesawat Israel Sebarkan Selebaran Propaganda di Langit Beirut, Militer Lebanon Peringatkan Warga
Pesawat Israel Sebar Selebaran di Beirut, Militer Lebanon Peringatkan

Pesawat Militer Israel Terbang Rendah dan Sebarkan Selebaran Propaganda di Langit Beirut

Jakarta - Sejumlah pesawat militer Israel melakukan penerbangan rendah di atas langit ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari ini, Jumat (13/3/2026). Dari ketinggian, pesawat-pesawat tersebut menyebarkan selebaran berisi pesan propaganda yang ditujukan kepada warga setempat.

Ledakan Keras dan Awan Selebaran di Udara

Dilansir dari kantor berita AFP, peristiwa ini juga disertai dengan ledakan keras yang menggema di langit Beirut. Koresponden AFP di lapangan melaporkan mendengar empat ledakan berturut-turut dalam interval yang sangat pendek, sebelum kemudian muncul awan selebaran kertas yang beterbangan tinggi di udara.

Media pemerintah Lebanon mengonfirmasi bahwa kebisingan tersebut disebabkan oleh pesawat Israel yang terbang pada ketinggian sangat rendah dan menjatuhkan selebaran di sejumlah daerah, khususnya di lingkungan Verdun, Hamra, dan Ain al-Mreisseh yang terletak di wilayah Beirut barat.

Isi Pesan Propaganda dan Kode QR yang Mencurigakan

Salah satu selebaran yang ditujukan kepada rakyat Lebanon berisi pesan yang cukup provokatif: "Anda harus melucuti senjata Hizbullah, perisai Iran", dan "Lebanon adalah keputusan Anda, bukan orang lain." Selebaran tersebut juga menyertakan kode QR dengan kalimat pendamping: "Unit 504 bekerja untuk mengamankan masa depan Lebanon dan rakyatnya."

Unit 504 diketahui merupakan unit intelijen militer Israel. Taktik penjatuhan selebaran ini sebelumnya juga telah digunakan di Gaza dalam konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

Peringatan Keras dari Militer Lebanon

Dilansir dari Al Jazeera, pemerintah Lebanon telah merespons tindakan Israel ini dengan serius. Militer Lebanon secara resmi memperingatkan warga Beirut untuk tidak memindai kode QR yang terdapat pada selebaran yang dijatuhkan oleh pesawat Israel.

Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Lebanon menjelaskan bahwa kode QR tersebut berisi tautan yang mengarahkan ke grup WhatsApp dan Facebook. Tautan ini dikelola oleh unit intelijen militer Israel yang bertanggung jawab untuk merekrut agen mata-mata.

Militer Lebanon menegaskan bahwa memindai kode QR dan mengklik tautan yang disediakan memiliki risiko hukum dan keamanan yang sangat tinggi. Tindakan ini dapat menyebabkan perangkat warga diretas dan data pribadi mereka dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus memanas antara Israel dan Lebanon, dengan laporan terbaru menyebutkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan ratusan korban jiwa di Lebanon, termasuk puluhan anak-anak.