Presiden Iran: Pembunuhan Khamenei Deklarasi Perang Terhadap Muslim Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, merupakan sebuah deklarasi perang terbuka terhadap umat Muslim, terutama komunitas Syiah, di seluruh penjuru dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam pesan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Khamenei, yang ia sebut sebagai pemimpin besar Islam, di tangan para penindas yang paling jahat.
Ujian Terbesar bagi Dunia Muslim
Pezeshkian menekankan bahwa peristiwa tragis ini adalah ujian terbesar bagi dunia Muslim pada masa kini. Ia menambahkan bahwa pembunuhan tokoh politik tertinggi Republik Islam Iran dan otoritas keagamaan terkemuka di kalangan Syiah oleh poros Amerika-Zionis yang kejam, harus dianggap sebagai deklarasi perang terbuka terhadap Muslim, khususnya Syiah, secara global. Pernyataan ini dilaporkan oleh media Iran, Press TV, pada Senin, 2 Maret 2026.
Dalam pesannya, Pezeshkian menggambarkan Ayatollah Khamenei sebagai pemimpin yang agung dan suci, yang telah memberikan integritas dan kehormatan kepada bangsa Iran, sekaligus menjadi duri dalam daging bagi musuh-musuh Islam dan Iran. Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran menganggap upaya pembalasan dan membalas dendam kepada para pelaku serta penghasut kejahatan bersejarah ini sebagai tugas dan hak yang sah, dan akan menggunakan kekuatan maksimalnya untuk memenuhi tanggung jawab besar tersebut.
Latar Belakang Serangan dan Tanggapan Internasional
Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu lalu. Menanggapi hal ini, kabinet pemerintah Iran pada hari Minggu mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur selama tujuh hari setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel ke negara tersebut. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai sebuah kesuksesan. Dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilansir AFP pada Senin, 2 Maret 2026, ia mengatakan, Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat.
Trump lebih lanjut mengklaim kesuksesan secara keseluruhan dalam perang yang diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat, dengan tujuan menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan militer negara tersebut. Menurutnya, situasi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran itu sangat positif. Dalam wawancara terpisah dengan CNBC, ia menambahkan, Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal.
Peristiwa ini telah memicu ketegangan yang signifikan di kawasan, dengan laporan mengenai rentetan ledakan kembali terdengar di negara-negara Teluk, menambah kompleksitas situasi geopolitik yang sudah memanas.
