Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan perjalanan diplomatik ke Beijing, China, pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini menandai rangkaian tur diplomatik yang telah dilakukan Araghchi dalam beberapa pekan terakhir untuk menggalang dukungan internasional dan mencari solusi atas konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pertemuan dengan Menlu China
Araghchi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa kedua diplomat akan membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional. China merupakan mitra dekat Iran dan menjadi pembeli terbesar minyak mentah Teheran.
Tekanan AS terhadap China
Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat China telah menyerukan penghentian konflik antara AS-Israel dengan Iran. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyarankan Beijing untuk membantu membawa Iran ke meja perundingan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya mendesak China untuk memberi tahu Araghchi bahwa tindakan Iran menyebabkan negara itu terisolasi secara global.
Kunjungan Sebelumnya ke Rusia
Sebelum bertolak ke China, Araghchi juga melakukan kunjungan ke Rusia. Di Moskow, ia bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional, termasuk konflik Iran-AS. Kunjungan ini terjadi sekitar seminggu sebelum Presiden Trump dijadwalkan berkunjung ke China untuk bertemu dengan Pemimpin Xi Jinping.
Kunjungan Araghchi ke Beijing menunjukkan upaya Iran untuk memperkuat aliansi dan mencari dukungan di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat. China diharapkan dapat memainkan peran mediasi dalam meredakan konflik tersebut.



