Menlu AS Tak Kunjungi Israel, Spekulasi Hubungan Trump-Netanyahu Makin Panas
Menlu AS Tak Kunjungi Israel, Spekulasi Hubungan Trump-Netanyahu Panas

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan ke tiga negara di Timur Tengah pekan ini tanpa menyertakan Israel, sekutu terdekat AS. Langkah yang dianggap langka ini memicu spekulasi tentang memburuknya hubungan antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ketegangan Terbuka Antara Trump dan Netanyahu

Kedua pemimpin secara terbuka berselisih pendapat mengenai penanganan konflik dengan Iran, termasuk penyelesaian masalah Israel di Lebanon. Mantan kepala divisi Iran pada badan intelijen militer Israel, Danny Citrinowitz, menyatakan bahwa absennya Israel dalam kunjungan Rubio menunjukkan adanya ketegangan antara AS dan Israel.

"Fakta bahwa Rubio kembali tidak mengunjungi Israel menunjukkan adanya ketegangan antara AS dan Israel," kata Citrinowitz kepada CNN, Kamis (25/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pandangan Pakar: Israel Tidak Lagi Dipandang Sebagai Bagian Negosiasi

Banyak pakar menilai bahwa ketidakhadiran Israel dalam kunjungan Menlu AS di Timur Tengah kali ini menandakan bahwa pemerintahan Trump tidak lagi menganggap Israel sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut. "Mereka (AS) jelas memandang negara-negara Teluk sebagai bagian darinya," tambah Citrinowitz.

Penjelasan Departemen Luar Negeri AS

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan bahwa perjalanan Rubio bertujuan untuk menyampaikan terima kasih kepada sekutu AS di Teluk Persia atas dukungan mereka dan menandai dimulainya kembali operasional Kedutaan Besar AS di Kuwait.

"Menteri Rubio telah beberapa kali mengunjungi Israel dalam kapasitasnya sebagai menteri dan sering berkomunikasi dengan para pejabat Israel, sebagaimana ia juga berkomunikasi dengan mitra dan sekutu kita di seluruh kawasan," kata Pigott.

Penolakan Keras dari Pendukung Netanyahu

Netanyahu belum memberikan komentar mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran, namun sejumlah tokoh pendukungnya menolak keras perjanjian tersebut. Mereka khawatir kesepakatan itu akan melonggarkan sanksi ekonomi terhadap Teheran dan menunda pembahasan isu-isu seperti program nuklir Iran dan rudal balistiknya.

Para ahli menyebutkan bahwa Israel berulang kali muncul sebagai pihak yang berpotensi menggagalkan kesepakatan AS-Iran. Sikap ini memicu kecaman keras dari Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance.

"Implikasinya adalah bahwa Netanyahu bukanlah pihak yang terlibat dalam negosiasi," ujar peneliti Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House, Yossi Mekelberg.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga