Polisi mengidentifikasi jasad wanita yang ditemukan di dalam mobil Toyota Innova hitam di area parkir Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, Rabu (24/6), sebagai aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50). Hal ini dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya.
Kronologi Hilangnya Korban
Menurut Risang, keluarga terakhir kali bertemu RYS pada Kamis (18/6). Saat itu korban berangkat kerja seperti biasa menggunakan mobil dinas plat merah dengan nomor polisi M 1090 GP. Sejak itu RYS tidak kembali ke rumah dengan alasan ada rapat. Korban sempat berkomunikasi dengan keluarga hingga Sabtu (20/6) pagi, namun setelah itu mendadak tidak dapat dihubungi.
"Hari Kamis berangkat seperti biasa. Jumat masih video call dengan adiknya, masih teleponan dengan anaknya, ada chatting dengan suaminya. Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi," kata Risang saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).
Sehari-hari RYS tinggal bersama anaknya di Bangkalan, sementara suaminya dalam kondisi sakit dan menetap di Tanjung Bumi, Madura, sekitar 50 kilometer dari kediaman keluarga. Risang menyebut korban memiliki riwayat penyakit lambung akut yang kerap kambuh, namun tidak memerlukan pengobatan rutin.
Kejanggalan dalam Kasus
Risang menyoroti sejumlah kejanggalan. Pertama, posisi jenazah saat ditemukan bukan di kursi pengemudi, melainkan di jok penumpang sebelah kiri depan. Hal ini mendorong dugaan ada orang lain di dalam mobil bersama korban. Kedua, tidak ada alasan yang diketahui keluarga mengapa korban atau mobilnya berada di Bandara Juanda. Tidak ada jadwal perjalanan, tidak ada yang diantarkan, dan tidak ada nama yang disebut korban terkait keperluan ke bandara.
"Dari pihak keluarga, kami juga meyakini [RYS] tidak ada keperluan apa-apa di tempat itu. Tidak antar siapapun, tidak menyebut siapapun. Jadi itu memang oleh orang yang membawa, memang sengaja dibuang di situ saja," ujar Risang.
Kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut menyulitkan pemeriksaan kasat mata, termasuk membedakan lebam akibat kekerasan. "Kondisi jenazah sudah pembusukan lanjut. Kita juga bisa membedakan itu lebam mayat atau lebam karena kekerasan. Jadi biar nanti dokter saja yang beri kesimpulan," katanya.
Risang memastikan korban tidak memiliki konflik atau perselisihan yang diketahui keluarga dengan siapa pun sebelum kejadian ini. "Tidak ada. Tidak ada sama sekali. Kalaupun ada, berarti sangat rapi disembunyikan. Tapi saya rasa tidak ada," katanya.
Penemuan Jasad oleh Driver Taksi Online
Mayat perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh sejumlah driver taksi online yang mangkal di Bandara Juanda, Rabu (24/6) siang. Mereka curiga karena mobil mengeluarkan bau busuk dan meneteskan cairan tak lazim di bagian bawahnya.
"Tadi jam 11.30 WIB, teman-teman grab itu kan mangkal di sini, ada salah satu teman itu lihat ada mobil yang keluarkan cairan gak normal, kayak solar atau air radiator," kata saksi Bagus Tri ditemui di lokasi.
Saat dilihat dari kaca jendela, ternyata di dalam mobil terdapat seorang perempuan dalam posisi duduk bersandar di kursi depan sebelah kiri. Kondisi jenazah bengkak, terbujur kaku, dengan baju kuning dan jilbab. Perut perempuan tersebut juga tampak membesar.
"Teman saya yang lihat langsung teriak, dan teman-teman yang lain lari terus pas ngelihat ternyata ada orangnya, di sebelah kiri depan, sebelah sopir, duduk tiduran, kondisinya bengkak, perempuan berjilbab pakai baju kuning," ucap Bagus.
Para driver kemudian memanggil petugas keamanan bandara. Bagus menyebut informasi dari kawannya kendaraan itu sudah ada di sana selama empat hari. "Awalnya enggak notice blas. Baru-baru pagi tadi. Baru pagi tadi. Tapi teman ada yang bilang kemungkinan sudah empat harian," ucapnya.
Penanganan Polisi
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di TKP. "Kamis masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik," kata Siko saat dikonfirmasi, Rabu (24/6). Tim Inafis dan Polsek Sedati sudah dikerahkan ke lokasi, dan jenazah telah dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk proses identifikasi.
Keluarga berharap penyidikan segera membuahkan hasil. Sejumlah barang bukti penting telah diamankan, termasuk ponsel milik korban dan barang-barang lain di dalam mobil. "Mudah-mudahan ditemukan petunjuk-petunjuk yang lebih lagi bisa memperjelas. HP juga masih ada, barang-barang masih ada, diamankan oleh Polres Sidoarjo. Mudah-mudahan dengan petunjuk-petunjuk ini dan bantuan dari pihak bandara bisa cepat diungkap dan tangkap, apapun itu, apakah yang dia wajar atau tidak wajar dan dibuang di sana," ujar Risang.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan manajemen bandara mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib.



