Megawati Bertemu Deputi PM Kamboja, Bahas Pancasila dan Kenangan Khmer Merah
Megawati Terima Hun Many, Bahas Pancasila dan Sejarah Kamboja

Megawati Terima Kunjungan Deputi PM Kamboja Hun Many

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja, Hun Many, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Hun Many menyatakan ketertarikannya pada ideologi Pancasila dan mendukung penerapannya secara global.

“Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia,” ujar Hun Many mengawali diskusi.

Megawati Bagikan Teks Pancasila dan Cerita di Forum Internasional

Menanggapi ketertarikan Hun Many, Megawati membagikan lembaran berisi lima sila Pancasila kepada delegasi Kamboja. Ia juga menceritakan pengalamannya memperkenalkan Pancasila di berbagai forum internasional, termasuk di Forum Zayed Award di Abu Dhabi. “Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan saya memperkenalkan ideologi Pancasila,” papar Megawati.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hun Many mengapresiasi peran Indonesia dalam proses perdamaian Kamboja, terutama melalui Jakarta Informal Meeting (JIM) I pada 1988, JIM II pada 1989, dan Perjanjian Perdamaian Paris 1991 yang dipimpin Menteri Luar Negeri saat itu, Ali Alatas.

Kenangan Pahit Era Khmer Merah dan Hubungan Kekeluargaan

Megawati juga mengenang hubungannya dengan Kamboja, termasuk pertemuannya dengan Raja Norodom Sihanouk dan mantan Perdana Menteri Hun Sen, ayah dari Hun Many. “Saya sedih setiap kali teringat Kamboja karena begitu banyak penderitaan masyarakat Kamboja di masa Pemerintahan Khmer Merah,” ujar Megawati. Menurut pengakuannya, ia masih ingat jelas penderitaan rakyat Kamboja pada masa itu. Hun Many menambahkan bahwa sekitar 3 juta orang meninggal selama periode pemerintahan Khmer Merah.

Megawati mengatakan sudah lama tidak bertemu dengan Hun Sen. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Desember 2010, saat Megawati menerima Lifetime Achievement Award dari International Conference on Asian Political Parties di Kamboja. “Pertemuan kali ini bukanlah sekedar pertemuan biasa saja, pertemuan ini menimbulkan ingatan akan pertemuan yang sudah terjalin selama ini yang penuh rasa kekeluargaan,” tuturnya.

Perbandingan Usia dan Keakraban

Megawati sempat menanyakan usia Hun Sen. “Beliau pada 5 Agustus mendatang berumur 74 tahun,” jawab Hun Many. Megawati pun merespons, “Oh lebih muda dari saya. Saya tahun depan 80 tahun. Senang sekali bisa bertemu dengan Deputi PM Kamboja,” sambil tersenyum.

Hadir mendampingi Hun Many adalah Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang beserta rombongan. Sementara dari pihak Indonesia, Megawati didampingi oleh Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Puti Guntur Soekarno, anggota DPR Hendra Rahtomo, serta Dewan Pakar Strategi Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga