Menteri Imipas Harap Alsintan Jadi Alat Komunikasi Sterilisasi Nusakambangan
Alsintan Jadi Alat Komunikasi Sterilisasi Nusakambangan

Hibah Alsintan untuk Mendukung Sterilisasi Nusakambangan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menerima hibah alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor mini dan mesin pemanen padi dari PT Perintis Sukses Abadi. Alsintan tersebut akan digunakan untuk mencetak sawah baru seluas 120 hektare di kawasan Solok Jero, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Realisasi awal mencapai 30 hektare.

Menteri Agus menyatakan bahwa alsintan tersebut memiliki fungsi lebih dari sekadar alat pertanian. "Alsintan ini akan menjadi 'alat komunikasi' dengan warga yang selama ini mengelola sebagian lahan di pulau penjara," ujarnya di Nusakambangan pada Selasa (28/7/2026).

Proses Sterilisasi yang Berkeadilan

Pulau Nusakambangan semestinya steril dari aktivitas warga luar karena merupakan kawasan pemasyarakatan. Namun, Menteri Agus ingin proses sterilisasi dilakukan secara adil tanpa menimbulkan konflik. "Karena ada lahan-lahan yang saat ini sedang bermasalah dengan masyarakat, dan kami berupaya jangan sampai terjadi konflik. Sehingga kita minta supaya ada komunitas yang kami tunjuk, yang bisa bekerja sama dengan masyarakat," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dengan adanya alsintan, pemerintah berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama dengan warga yang mengelola lahan secara ilegal. "Sehingga alat yang Mas (Direktur PT Perintis Sukses Abadi, Rio) bisa bermanfaat untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan warga yang saat ini mengelola sebagian lahan dari di Nusakambangan ini," tambah Menteri Agus.

Kolaborasi Swasta dan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan

Menteri Agus menganggap hibah alsintan ini sebagai momen istimewa yang menunjukkan kepedulian dan kontribusi swasta dalam mewujudkan program ketahanan pangan prioritas Presiden Prabowo Subianto. "Kita menyadari bahwa kita tidak dapat bekerja sendiri. Perlu sinergi dan kolaborasi. Sebagaimana yang selalu menjadi penekanan Bapak Presiden bahwa kita harus membangun sinergi dan kolaborasi antarkementerian/lembaga maupun sektor swasta," tegasnya.

Kementerian Imipas selalu membuka ruang kolaborasi untuk semua pihak. Menteri Agus optimistis kolaborasi akan mengakselerasi pembangunan nasional. "Oleh karena itu kami juga terus membuka ruang, mengajak semua pihak, baik kalangan swasta, badan usaha milik negara, maupun instansi pemerintah lainnya untuk terus bersinergi mendukung seluruh program pemerintah. Kami yakin dengan kolaborasi akan mempercepat tujuan pembangunan nasional," ungkapnya.

Latar Belakang Rencana Sterilisasi Nusakambangan

Sebelumnya, pada Senin (8/9/2025), Menteri Agus menyampaikan harapan agar Pulau Nusakambangan steril dari penduduk sekitar. Ia meminta tanah-tanah yang diduduki warga lokal dikembalikan sesuai peruntukannya, yaitu untuk kegiatan pemasyarakatan. "Saya minta tolong terkhusus kepada Pak Bupati, Pak Kapolres, Pak Kajari, ini tolong kami dibantu untuk menjaga kesterilan (Nusakambangan)," katanya saat bakti sosial di Sesko Daun Lumbung, Cilacap.

Menteri Agus khawatir area pinggir pulau akan semakin dipadati warga jika penertiban tidak segera dilakukan. "Jangan sampai juga makin lama masyarakat makin masuk, sehingga sterilisasi daripada Pulau Nusakambangan ini menjadi bias," sambungnya. Langkah sterilisasi ini diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan alsintan sebagai alat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga