Megawati Diundang Dubes Maroko ke Rabat, Kenang Hubungan Era Soekarno
Megawati Diundang Dubes Maroko ke Rabat, Kenang Era Soekarno

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Dubes Houssaini secara resmi mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko. Undangan ini disampaikan di tengah suasana hangat yang mengenang eratnya hubungan bilateral kedua negara, yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.

Mengenang Kunjungan Bersejarah Soekarno ke Rabat

Dubes Houssaini menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Maroko semakin erat setelah kunjungan bersejarah Soekarno ke Rabat pada 2 Mei 1960. Saat itu, Soekarno disambut langsung oleh Raja Mohammed V. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Maroko mengabadikan nama Soekarno menjadi salah satu nama jalan utama di ibu kota Rabat, yakni Rue Soukarno.

“Lokasi jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko,” jelas Dubes Houssaini. Mendengar hal itu, Megawati pun tersenyum dan menjawab, “Terima kasih banyak.”

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Undangan ke Maroko dan Kerja Sama Bilateral

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Houssaini menyampaikan harapannya agar Megawati dapat mengunjungi Maroko. “Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati,” ujarnya. Dubes Maroko juga menekankan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan dan telah lama menjalin kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan.

Megawati menambahkan bahwa banyak pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Maroko, terutama dalam bidang studi Islam dan Arab. Dubes Houssaini juga menyebutkan bahwa Maroko memiliki salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9 oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri. “Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab,” jelasnya.

Beasiswa dan Pandangan Megawati tentang Maroko

Megawati mengapresiasi keterbukaan Maroko sebagai negara muslim. “Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika,” kata Megawati. Ia juga menyebutkan bahwa Maroko setiap tahun memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.

Lebih lanjut, Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika bisa berkumpul kembali dan berperan sebagai kekuatan dunia ketiga. “Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika,” harap Megawati.

Piala Dunia 2030 dan Topik Global

Dubes Houssaini juga menginformasikan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia pada tahun 2030. Kedua tokoh juga berbincang mengenai energi hijau, dampak pemanasan global, ketahanan pangan, dan topik hangat lainnya. Di akhir pertemuan, Houssaini menyerahkan bingkai foto kunjungan Soekarno ke Maroko. Megawati tampak terharu dan menyampaikan apresiasinya atas pemberian tersebut.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi oleh Ketua DPP Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga