Ma'ruf Amin Kritik Kegagalan Perundingan AS-Iran: Ada Kepentingan Terselubung
Ma'ruf Amin: Kegagalan Perundingan AS-Iran Ada Kepentingan Terselubung

Ma'ruf Amin Kritik Kegagalan Perundingan AS-Iran: Ada Kepentingan Terselubung

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, turut memberikan tanggapan terkait gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang diinisiasi oleh Pakistan. Ma'ruf dengan tegas menyatakan bahwa kegagalan tersebut terjadi karena adanya kepentingan terselubung dari pihak-pihak yang terlibat.

"Kalau tidak ada kepentingan, kepentingannya kebaikan seluruh, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu. Tapi kalau terjadi gagal berarti kan ada kepentingan terselubung," ujar Ma'ruf Amin usai menghadiri acara Halal Bihalal Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta Pusat, pada hari Minggu tanggal 12 April 2026.

Niat Perundingan Dinilai Tidak Sungguh-sungguh

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin menilai bahwa niat perundingan antara negara-negara yang terlibat dalam konflik ini tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi damai. Ia menekankan bahwa seharusnya negara-negara yang berkonflik menyadari betapa besar dampak peperangan bagi semua pihak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Tidak tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi, damai. Padahal perang ini kan menyusahkan semua, membawa kerusakan di semua sektor dan seluruh negara terkena dampaknya," tutur Ma'ruf Amin dengan nada prihatin.

Dampak Perang Akan Dirasakan Secara Global

Ma'ruf Amin juga mengingatkan bahwa dampak dari perang yang terjadi akan dirasakan secara global, tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia. Ia menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia bersiap-siap menghadapi berbagai dampak yang mungkin timbul.

"Iya, Indonesia pasti semua kena dampaknya. Tapi kita mau tidak mau kan harus siap menghadapi dampak apapun yang terjadi," sebutnya dengan penuh kewaspadaan.

Detail Kegagalan Perundingan AS-Iran di Pakistan

Diketahui bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang diinisiasi oleh Pakistan memang berakhir dengan kegagalan. Dilansir dari media internasional seperti Al-Jazeera dan CNN pada hari Minggu tanggal 12 April 2026, perundingan tersebut dilakukan oleh kedua negara yang sedang berperang dalam masa gencatan senjata selama dua pekan.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Perundingan yang dimulai pada hari Sabtu tanggal 11 April tersebut berlangsung secara maraton selama 21 jam, namun akhirnya resmi berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun.

Dalam konferensi pers di Islamabad, JD Vance mengungkapkan bahwa pembicaraan maraton itu telah membahas berbagai isu penting. "Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya," kata Vance, meskipun pada akhirnya tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Kegagalan perundingan ini semakin menguatkan kritik Ma'ruf Amin tentang adanya kepentingan terselubung dan kurangnya kesungguhan dalam mencari perdamaian. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas global, termasuk bagi Indonesia yang harus bersiap menghadapi konsekuensinya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga