Nairobi - Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuri perhatian publik setelah aksinya dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Africa Forward di Nairobi, Kenya. Macron naik ke atas panggung untuk meminta hadirin diam dan menunjukkan rasa hormat.
Kunjungan Macron ke Kenya
Dilansir BBC dan The Independent, Selasa (12/5/2026), Presiden Prancis itu berada di Kenya untuk menghadiri secara langsung KTT Africa Forward. Acara ini mempertemukan lebih dari 30 pemimpin Afrika, eksekutif bisnis, dan pengusaha muda.
Aksi Viral di Media Sosial
Aksi Macron menyela pembicara dan menyuruh peserta untuk diam ramai dibicarakan di media sosial. Dalam video, tampak Macron meminta mikrofon dan menyela presentasi untuk menegur hadirin. Dia mengatakan bahwa para hadirin menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada para pembicara.
"Permisi semuanya, hei, hei, hei. Maaf, tetapi tidak mungkin untuk berbicara tentang budaya, memiliki orang-orang seperti itu, yang sangat bersemangat, datang ke sini, berpidato, dengan kebisingan seperti itu," kata Macron dalam bahasa Inggris.
"Jadi, ini benar-benar kurangnya rasa hormat. Saya sarankan, jika Anda ingin melakukan pertemuan bilateral, atau membicarakan hal lain, Anda harus menggunakan ruang bilateral atau keluar ruangan," tambahnya.
Upaya Prancis di Afrika
Macron berada di Kenya pada hari Senin untuk sebuah pertemuan puncak dengan lebih dari 30 pemimpin Afrika. Paris berupaya mencapai kesepakatan dan kemitraan baru di tengah tanda-tanda memudarnya pengaruh di beberapa bekas koloninya di Afrika.
KTT Africa Forward adalah yang pertama kali diselenggarakan Prancis di negara berbahasa Inggris dan menyusul serangkaian kemunduran di Afrika Barat, di mana beberapa pemimpin berbahasa Prancis telah mengurangi hubungan keamanan dan komersial.



