Andre Rosiade Dorong Efisiensi Besar-Besaran di Bisnis Semen Indonesia
Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, secara tegas mendorong dilakukannya efisiensi besar-besaran dalam operasional bisnis semen di Indonesia. Dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran direksi PT Semen Indonesia Group pada Rabu (1/4/2026), ia menekankan pentingnya perusahaan untuk tetap fokus pada lini bisnis inti guna meningkatkan kinerja secara signifikan.
Pentingnya Merampingkan Struktur Perusahaan
Andre Rosiade menegaskan bahwa perusahaan perlu merampingkan strukturnya, termasuk dengan membubarkan anak usaha yang dinilai tidak memberikan kontribusi yang berarti. "Kalau memang yang tidak penting dan tidak perlu, lebih baik dibubarkan saja. Jangan sampai menjadi beban perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (2/4/2026). Ia juga mengingatkan agar PT Semen Indonesia menghindari diversifikasi bisnis yang tidak relevan, yang justru berpotensi mengganggu stabilitas korporasi.
Sorotan Terhadap Beban Utang dan Harga Semen
Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade menyoroti tingginya beban utang PT Semen Indonesia yang perlu menjadi perhatian serius. Dia mengaitkan hal ini dengan ekspansi dan akuisisi sebelumnya, seperti pembelian Solusi Bangun Indonesia. Selain itu, ia menyinggung harga semen di Sumatera Barat yang tercatat sebagai tertinggi di Indonesia. Menurutnya, tingginya harga tersebut tidak lepas dari kuatnya branding perusahaan, termasuk melalui dukungan terhadap klub sepak bola Semen Padang FC. "Ini menunjukkan branding yang kuat. Bahkan bisa menjual dengan harga paling tinggi," tuturnya.
Strategi Pengoptimalan Aset dan Pemasaran
Andre Rosiade meminta perusahaan untuk mengoptimalkan aset-aset yang tidak produktif, seperti gedung atau fasilitas yang tidak terpakai, dengan menyewakannya guna menambah pemasukan. Ia juga mendorong penerapan strategi pemasaran yang lebih efektif, termasuk pemanfaatan platform digital seperti TikTok untuk menjangkau konsumen secara lebih efisien. "Turun ke lapangan, pahami toko, mandor, tukang, sampai pemilik rumah. Promosi bisa lewat media sosial, lebih murah dan tepat sasaran," imbuhnya.
Kesimpulan Rapat dan Rekomendasi Lanjutan
Dalam kesimpulan rapat, Komisi VI DPR RI menerima laporan evaluasi kinerja perusahaan tahun 2025 serta rencana pengembangan usaha tahun 2026. Komisi juga meminta peningkatan kompetensi tenaga konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi di berbagai provinsi. Selain itu, Komisi VI meminta PT Semen Indonesia untuk menyiapkan roadmap jangka pendek dan panjang yang lebih komprehensif, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga batu bara. Andre Rosiade menekankan pentingnya pencapaian target Return on Assets (ROA) bagi seluruh BUMN yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.



