Kim Jong Un Kembali Pimpin Partai Buruh Korea dalam Kongres Nasional
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melanjutkan kekuasaannya setelah kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara komunis tersebut. Pemilihan kembali ini disahkan dalam kongres nasional partai yang digelar di ibu kota Pyongyang.
Ribuan Elite Hadiri Pertemuan Penentu Arah Negara
Ribuan elite Partai Buruh Korea memadati Pyongyang untuk menghadiri pertemuan puncak atau kongres nasional yang digelar setiap lima tahun sekali. Pertemuan ini dipandang sebagai forum yang menentukan arah negara dalam berbagai aspek, mulai dari diplomasi hingga perencanaan perang.
Kongres nasional menawarkan pandangan langka ke dalam cara kerja politik Korea Utara yang tertutup, dan secara luas dipandang sebagai kesempatan bagi Kim Jong Un untuk memamerkan cengkeramannya pada kekuasaan. Para petinggi militer Korea Utara, menurut kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), menyampaikan janji loyalitas kepada Kim Jong Un saat para delegasi mengesahkan pemilihannya kembali pada Minggu (22/2) waktu setempat.
Fokus pada Peningkatan Kekuatan Nuklir dan Pertahanan
Kongres nasional Partai Buruh Korea menyoroti upaya Kim Jong Un untuk menahan musuh-musuh Korea Utara, yang tidak disebut namanya, dengan secara radikal meningkatkan kekuatan nuklir negaranya. Pernyataan resmi partai memuji Kim Jong Un karena telah memimpin upaya mengubah Tentara Rakyat Korea menjadi tentara elite dan kuat.
"Dia telah dengan penuh semangat memimpin upaya untuk mengubah Tentara Rakyat Korea, poros pertahanan nasional dan pilar penjaga perdamaian, menjadi tentara elite dan kuat," bunyi pernyataan tersebut. "Dan dengan demikian, (dia telah) membangun angkatan bersenjata revolusioner yang mampu mengatasi ancaman agresi apa pun atas inisiatif mereka sendiri dan sepenuhnya siap untuk segala bentuk perang."
Dukungan Internasional dan Pameran Senjata
Presiden China Xi Jinping, dalam pernyataannya, menyambut babak baru dalam hubungan dengan Korea Utara setelah terpilihnya kembali Kim Jong Un. Tahun lalu, Kim Jong Un tampil bersama Xi dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri parade militer di Beijing, menunjukkan statusnya yang tinggi di panggung dunia.
Kim Jong Un diperkirakan akan mengungkapkan fase selanjutnya dalam program senjata nuklir Korea Utara di kemudian hari dalam kongres nasional yang berlangsung selama beberapa hari. Di bawah kepemimpinannya, persenjataan nuklir Korea Utara telah berkembang dari sumber kekhawatiran global yang ringan menjadi ancaman nyata.
Beberapa hari sebelum kongres nasional digelar, Kim Jong Un mengungkapkan serangkaian peluncur roket berkemampuan nuklir berukuran raksasa. Kendaraan-kendaraan yang memuat sistem peluncur roket itu diparkir rapi di depan Gedung Kebudayaan Pyongyang, lokasi penyelenggaraan kongres.