Kim Jong Un Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Korut untuk Rusia
Kim Jong Un: Dukungan Korut untuk Rusia Tak Tergoyahkan

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Korut untuk Rusia

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi menyatakan bahwa negaranya akan selalu mendukung Rusia. Ia menegaskan bahwa tekad Korea Utara tersebut tidak akan tergoyahkan oleh situasi apa pun.

Hubungan Semakin Erat Pasca Invasi Ukraina

Dilansir dari AFP, hubungan antara Pyongyang dan Moskow semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Korea Utara diketahui telah mengirimkan pasukan darat dan sistem senjata untuk membantu upaya perang Rusia di medan tempur.

Para analis internasional memperkirakan bahwa bantuan militer ini diberikan sebagai imbalan atas penyediaan makanan dan teknologi senjata canggih dari Rusia kepada Korea Utara. Kerja sama ini menciptakan simbiosis strategis antara kedua negara yang semakin terisolasi dari komunitas internasional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Resmi Setelah Pengangkatan Kembali

Pernyataan dukungan ini disampaikan Kim Jong Un setelah badan legislatif Korea Utara yang berfungsi sebagai stempel karet mengangkat kembali dirinya sebagai Presiden Urusan Negara. Pengangkatan ini terjadi minggu ini dan menegaskan posisi Kim sebagai kepala badan pembuat kebijakan dan pemerintahan tertinggi di negara otoriter tersebut.

"Saya menyampaikan terima kasih yang tulus atas ucapan selamat yang hangat dan tulus pertama-tama atas pengangkatan kembali saya sebagai Presiden Urusan Negara," kata Kim dalam pesan resmi yang dikutip oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Komitmen Bilateral yang Kuat

Dalam pesan yang sama, Kim Jong Un dengan tegas menyatakan komitmen jangka panjang Korea Utara terhadap Rusia. "Pyongyang akan selalu bersama Moskow. Ini adalah pilihan dan tekad kami yang tak tergoyahkan," tegas pemimpin Korea Utara tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini Korea Utara dan Rusia bekerja sama erat untuk mempertahankan kedaulatan kedua negara dari tekanan internasional. Pernyataan ini menggunakan inisial nama resmi Korea Utara untuk menekankan formalitas komunikasi.

Latar Belakang Kesepakatan Militer

Hubungan militer antara kedua negara telah diperkuat melalui kesepakatan yang dicapai selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang pada Juni 2024. Kesepakatan tersebut mewajibkan kedua negara untuk memberikan bantuan militer "tanpa penundaan" jika salah satu pihak diserang.

Kesepakatan ini menjadi landasan hukum bagi kerja sama militer yang semakin intensif antara Korea Utara dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan Konkret di Medan Perang

Badan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat memperkirakan bahwa Korea Utara telah mengirimkan:

  • Ribuan tentara ke Rusia, terutama ke wilayah Kursk
  • Peluru artileri dalam jumlah besar
  • Rudal dan sistem roket jarak jauh

Menurut perkiraan resmi Korea Selatan, sekitar 2.000 tentara Korea Utara telah tewas dan ribuan lainnya terluka dalam konflik di Ukraina. Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan yang signifikan dari pihak Korea Utara.

Kunjungan Diplomatik Terkait

Pernyataan Kim Jong Un ini muncul bersamaan dengan laporan media pemerintah Belarusia bahwa Presiden Alexander Lukashenko akan mengunjungi Korea Utara dalam perjalanan dua hari. Kunjungan ini bertujuan "untuk memperkuat kerja sama bilateral" antara kedua negara.

Baik Korea Utara maupun Belarusia telah memberikan dukungan kepada Rusia dalam perangnya di Ukraina dan dianggap sebagai musuh oleh blok Barat. Kunjungan ini diperkirakan akan semakin memperkuat aliansi tiga negara tersebut melawan tekanan internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga