Jakarta - Pemerintah Jerman langsung bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menarik 5.000 pasukannya dari Jerman akibat retaknya hubungan kedua negara. Kini, Jerman, melalui Menteri Luar Negerinya, Johann Wadephul, mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Desakan Jerman kepada Iran
"Sebagai sekutu dekat AS, kami memiliki tujuan yang sama: Iran harus sepenuhnya dan secara terverifikasi meninggalkan senjata nuklir dan segera membuka Selat Hormuz seperti yang juga dituntut oleh Menteri Luar Negeri (AS) Marco Rubio," tulis Wadephul di X, dikutip dari AFP, Minggu (3/5/2026).
Sebagai informasi, Merz pekan lalu sempat bersikap berbeda terkait perang AS-Iran. Ia justru mengkritik AS yang sedang "dipermalukan" oleh kepemimpinan Iran dan mengecam kurangnya strategi Washington.
Ancaman Trump Tarik Ribuan Pasukan
Sebelumnya diberitakan, Donald Trump mengatakan pihaknya akan menarik lebih dari 5.000 pasukan dari Jerman buntut keretakan hubungan. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius merespons sikap AS tersebut.
Dilansir dari BBC, Minggu (3/5), Pistorius mengatakan keputusan AS untuk menarik 5.000 pasukan dari negaranya "dapat diprediksi".
"Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan kepentingan AS," kata Pistorius, seperti dilaporkan kantor berita DPA.



