Jenazah Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Suci Mashhad
Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan segera dimakamkan di kota suci Mashhad setelah gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Iran. Keputusan lokasi pemakaman ini telah diumumkan oleh pemerintah Iran melalui kantor berita Fars.
Lokasi Pemakaman di Kompleks Suci Imam Reza
Mashhad, yang merupakan kota terbesar kedua di Iran, dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir Khamenei. Kota ini menyandang gelar 'Kota Suci' karena menjadi lokasi Kompleks Suci Imam Reza, makam Imam kedelapan bagi penganut Syiah. Di sinilah ayah Khamenei juga dimakamkan, menjadikannya tempat yang sangat bermakna secara religius dan budaya bagi umat Syiah di seluruh dunia.
Sebelum proses pemakaman dilaksanakan, sebuah upacara perpisahan besar akan diadakan di Teheran, seperti yang diumumkan oleh Garda Revolusi melalui akun Telegram mereka. Namun, hingga saat ini, pemerintah Iran belum menentukan tanggal pasti untuk pelaksanaan pemakaman tersebut.
Latar Belakang Kematian dan Transisi Kekuasaan
Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, waktu Iran. Kematiannya memicu proses transisi kekuasaan yang kini dipercayakan kepada sebuah dewan sementara beranggotakan tiga orang. Dewan ini terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga, badan yang bertugas mengawasi legislasi dan menyeleksi calon pemilu.
Majelis Pakar, yang bertanggung jawab untuk memilih pengganti Khamenei, kemungkinan akan menunda pertemuan terakhirnya hingga setelah pemakaman. Penundaan ini dilakukan untuk alasan keamanan, mengingat situasi yang masih tegang pasca-serangan. Media Iran melaporkan bahwa gedung Majelis Pakar di kota suci Qom, selatan Teheran, juga dihantam serangan AS-Israel pada Selasa, 3 Maret 2026, sehari setelah markas besar utamanya di ibu kota Iran diserang.
Dengan pemakaman yang akan berlangsung di Mashhad, prosesi ini tidak hanya menjadi momen duka nasional tetapi juga simbol keteguhan Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung. Kota suci tersebut diprediksi akan menjadi pusat perhatian dunia saat upacara dilaksanakan, menegaskan kembali signifikansi religius dan politiknya dalam lanskap global.
