Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah haji Indonesia gelombang II mendapat kesempatan beribadah di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman menyebut pihaknya telah mengamankan 110.980 tasreh atau surat izin masuk Raudhah. Jumlah itu melebihi total jemaah haji gelombang II yang mencapai sekitar 99.000 orang.
Kelebihan Tasreh Buka Peluang Masuk Berulang
“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan berkat kerja keras tim Raudhah Daker Madinah, kita telah mendapatkan 110.980 tasreh Raudhah untuk jemaah haji Indonesia. Ini menunjukkan semua jemaah gelombang kedua bisa masuk Raudhah,” kata Khalilurrahman pada tim Media Center Haji di Madinah, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Khalilurrahman, ketersediaan tasreh yang melampaui jumlah jemaah membuka peluang bagi sebagian jemaah untuk kembali masuk Raudhah lebih dari satu kali. Sejumlah jemaah bahkan memanfaatkan izin masuk melalui layanan yang tersedia. “Bahkan ada di antara mereka yang masuk Raudhah lebih dari tiga kali, baik menggunakan tasreh dari Daker Madinah maupun lewat aplikasi Nusuk Masar. Ini kegembiraan dan kebahagiaan bagi kami,” ujarnya.
Apresiasi untuk Kemudahan dari Arab Saudi
Khalilurrahman mengapresiasi dukungan Kementerian Haji Arab Saudi yang memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia untuk menjalankan ibadah di salah satu area paling istimewa di Masjid Nabawi. “Kita diberikan kemudahan-kemudahan dan kelancaran berkat kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Raudhah merupakan area antara mimbar dan makam Rasulullah SAW yang menjadi salah satu lokasi yang banyak ingin dikunjungi jemaah. Karena kapasitasnya terbatas, pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem izin masuk melalui tasreh maupun aplikasi Nusuk Masar.
Imbauan untuk Tetap Tertib
Meski jumlah izin sudah mencukupi, Khalilurrahman meminta jemaah tetap mengikuti aturan dan menjaga ketertiban selama proses masuk Raudhah. Ia mengingatkan jemaah agar tidak terburu-buru atau berebut antrean. “Imbauan kami kepada jemaah, tetap berkoordinasi dengan Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter. Ketika tiba di area Masjid Nabawi tidak usah terburu-buru. Masuk ke Raudhah dengan cara tertib, aman, tidak usah berebutan. InsyaAllah semuanya dapat ke Raudhah,” tegasnya.
Dengan terpenuhinya jumlah tasreh, PPIH Arab Saudi menargetkan tidak ada jemaah haji gelombang II yang gagal memasuki Raudhah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kunjungan di Madinah selama 6 hingga 9 hari, jemaah akan melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.



