Misteri Teror Api di Rumah Fia Usai 127 Kali Kebakaran, BPBD Sleman Serahkan Hasil Penelitian
Misteri Teror Api di Rumah Fia Usai 127 Kali Kebakaran

Rumah seorang warga bernama Mutfiana atau Fia di Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, mengalami kebakaran hingga 127 kali. Kini, teror api tersebut sudah berhenti.

Kronologi Kebakaran dan Evakuasi Barang

Fia mengatakan sudah ada 127 kejadian kebakaran sejak 23 Mei 2026 lalu. Akibatnya, ia terpaksa mengevakuasi barang-barang di rumahnya. Setelah memindahkan barang-barang yang mudah terbakar, perlahan teror api itu tak muncul lagi. Fia juga akan menempati lantai dua rumahnya.

CCTV sempat dipasang di rumah Fia, sebelum akhirnya dilepas. "Jadinya kalau misalnya kita masih ada barang-barang sesuai seperti di awal sebelum dipasangi CCTV, kan ada nih statement bilang kalau, 'loh, setelah ada CCTV kenapa tidak terjadi terbakar gitu ya?' Ya karena sebelum ada CCTV, kita sudah relokasikan semuanya barang-barang yang mudah terbakar itu," ucap dia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penelitian Akademisi: Tidak Ditemukan Fenomena Alam

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan ada sejumlah akademisi yang turut mengkaji kejadian teror api di rumah Fia ini. Hasil penelitian dari para akademisi sudah diserahkan ke Fia. "Jadi Mbak Fia ini datang ke kantor BPBD mewakili keluarga untuk meminta hasil riset penelitian, observasi, dari teman-teman tim yang kemarin terjun untuk meneliti fenomena api di Sayegan. Hasil kajiannya, temuannya dari UGM, UPN, dan juga BBPTKG," kata Bambang kepada wartawan.

Dalam penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN 'Veteran' Jogja, bahkan BPPTKG, belum ditemukan unsur fenomena alam dalam teror api itu. Namun Fia dengan tegas membantah kebakaran disengaja.

Penyelidikan Polisi: Unsur Kesengajaan?

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya akan mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam peristiwa ini. "Nanti, apakah ada hal-hal yang di luar fenomena alam, ini kami masih akan kumpulkan, sehingga fakta akan terungkap setelah ini," kata Wiwit.

Fia menyebut barang-barang yang terbakar merupakan hasil jerih payah keluarganya. "Nabung buat beli spring bed, nabung buat beli baju. Kok ya tega banget, terus motifnya itu apa? Enggak mudah dapatnya butuh proses panjang mosok kita bakar sendiri," jelas Fia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga