Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Tak Capai Deal Nuklir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran jika negara tersebut gagal mencapai kesepakatan nuklir akhir dengan AS. Ancaman ini disampaikan Trump setelah pengumuman kesepakatan damai AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
Dalam wawancara dengan New York Times (NYT) yang dikutip Anadolu Agency pada Senin (15/6/2026), Trump menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai akan memastikan Selat Hormuz bebas dari pungutan tol secara permanen. Namun, ia juga memberikan peringatan keras: jika Iran tidak mencapai kesepakatan nuklir dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat (19/6) di Swiss, maka AS akan memulai kembali serangan militer terhadap Iran, atau menjadikan AS sebagai penjaga Timur Tengah dengan imbalan 20 persen pendapatan kawasan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah negosiasi intensif, termasuk penghentian segera dan permanen pertempuran di semua front, termasuk Lebanon. Trump kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut, mengatakan, "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!"
Meski ketentuan kesepakatan damai belum diungkap, peringatan Trump tampaknya merujuk pada komitmen Iran yang belum diterima secara resmi. Nota kesepahaman antara kedua negara mengatur penangguhan pungutan tol di Selat Hormuz selama 60 hari dan menjanjikan dialog regional. Trump membandingkan kesepakatan ini dengan kesepakatan nuklir Iran 2015, menegaskan bahwa kerangka kerja baru akan memastikan Iran tidak dapat mengembangkan atau membeli senjata nuklir.
Selama negosiasi tiga bulan terakhir, pejabat Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan melepaskan hak untuk memperkaya uranium bagi tujuan sipil. Menurut NYT, Trump mengungkapkan bahwa AS masih merundingkan penangguhan pengayaan uranium selama 20 tahun. Trump mengisyaratkan kemungkinan menyetujui penangguhan 15 tahun, tetapi menekankan bahwa Iran akan dibatasi untuk melakukan pengayaan pada level rendah yang tidak dapat digunakan militer.
Kesepakatan damai ini diumumkan setelah serangkaian negosiasi intensif yang dimediasi oleh Pakistan. Trump mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyambutnya, namun ancaman serangan militer baru menunjukkan ketegangan yang masih tinggi. Pertemuan di Swiss pada Jumat mendatang akan menjadi penentu apakah Iran bersedia memenuhi tuntutan AS atau menghadapi konsekuensi militer.



