Israel Kirim Menteri Luar Negeri ke Pertemuan Dewan Perdamaian Trump di Washington
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, telah dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan pertama Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan bersejarah ini akan berlangsung pada tanggal 19 Februari 2026 di ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C.
Agenda Penting dalam Pertemuan Internasional
Menurut laporan dari kantor berita Reuters yang dirilis pada hari Minggu, 15 Februari 2026, dua pejabat tinggi Israel telah mengonfirmasi bahwa Saar akan mewakili negara Yahudi tersebut dalam forum diplomatik penting ini. Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi momen krusial bagi Trump untuk mengumumkan rencana ambisiusnya terkait rekonstruksi Jalur Gaza.
Rencana rekonstruksi Gaza yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat akan menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. Selain itu, Presiden Trump juga dijadwalkan untuk memaparkan proposal pembentukan pasukan stabilisasi internasional yang akan mendapatkan mandat resmi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dukungan Internasional yang Luas
Delegasi dari sedikitnya dua puluh negara telah dikonfirmasi kehadirannya dalam pertemuan tingkat tinggi ini. Beberapa negara penting yang akan hadir antara lain adalah Turkiye, Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Indonesia. Kehadiran negara-negara kunci dari kawasan Timur Tengah dan Asia ini menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap inisiatif perdamaian yang digulirkan oleh pemerintahan Trump.
Forum Dewan Perdamaian ini diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk membahas solusi jangka panjang terhadap konflik yang telah berlangsung puluhan tahun di kawasan tersebut. Partisipasi aktif dari Israel melalui kehadiran Menteri Luar Negeri Gideon Saar menandakan komitmen negara tersebut untuk terlibat dalam proses diplomasi internasional.
Pertemuan yang akan datang ini merupakan langkah konkret dalam upaya membangun perdamaian dan stabilitas di wilayah yang sering dilanda ketegangan. Para pengamat politik internasional menanti dengan cermat hasil dari pertemuan bersejarah ini, yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik di Timur Tengah.



