Israel Umumkan Rencana Penghancuran Rumah di Desa Perbatasan Lebanon
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, pada Selasa (31/3) waktu setempat, menyatakan bahwa Israel akan menghancurkan semua rumah di desa-desa Lebanon yang berada dekat perbatasan. Selain itu, sekitar 600.000 orang yang mengungsi dari Lebanon selatan tidak akan diizinkan untuk kembali hingga keamanan di Israel utara dapat dipastikan.
Katz menegaskan bahwa Israel berencana menimbulkan kehancuran serupa dengan yang terjadi di Gaza di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks rencana pembangunan zona penyangga di Lebanon selatan pasca-perang dengan kelompok Hizbullah.
Rencana Zona Penyangga dan Kendali Hingga Sungai Litani
Lebih lanjut, Katz mengungkapkan bahwa Israel akan mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah hingga Sungai Litani setelah konflik dengan Hizbullah berakhir. Sungai Litani, yang bertemu dengan Laut Mediterania sekitar 30 km di utara perbatasan Israel, mencakup hampir sepersepuluh wilayah Lebanon.
Militer Israel telah memerintahkan penduduk untuk meninggalkan sebagian besar Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah, dan jantung politik kelompok tersebut di Lebanon timur awal bulan ini.
Pernyataan Resmi dan Ancaman Keamanan
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Arabiya dan Reuters pada Rabu (1/4/2026), Katz mengatakan, "Pada akhir operasi, IDF (militer Israel) akan membangun zona keamanan di dalam Lebanon - garis pertahanan terhadap rudal anti-tank - dan akan mempertahankan kendali keamanan atas seluruh wilayah hingga Sungai Litani, termasuk jembatan Litani yang tersisa."
Dia menambahkan, "Penduduk yang mengungsi tidak akan diizinkan untuk kembali ke selatan Litani sampai keselamatan dan keamanan penduduk Israel utara terjamin."
Mengenai penghancuran rumah, Katz menjelaskan, "Semua rumah di desa-desa dekat perbatasan Lebanon akan dihancurkan, sesuai dengan model yang digunakan di Rafah dan Beit Hanoun di Gaza, untuk secara permanen menghilangkan ancaman di dekat perbatasan bagi penduduk Israel utara."
Statistik Korban dan Serangan Terbaru
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, melaporkan bahwa Hizbullah telah menembakkan hampir 5.000 drone, roket, dan rudal ke Israel selama konflik ini. Militer Israel juga mengumumkan gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa 1.247 orang telah tewas dalam serangan Israel baru-baru ini di Lebanon, termasuk 124 anak-anak dan 52 petugas medis. Sejak Israel melancarkan serangan terhadap Hizbullah pada 2 Maret lalu, lebih dari 1,2 juta orang telah mengungsi dan 1.200 lainnya tewas di Lebanon.
Konflik Regional dan Latar Belakang
Perang ini merupakan konflik besar kedua antara Israel dan Hizbullah sejak 2024. Sebelumnya, Israel memberikan pukulan berat kepada Hizbullah dalam perang terdahulu, dengan menewaskan pemimpinnya Hassan Nasrallah dan ribuan petempurnya.
Serangan Israel dipicu oleh keputusan Hizbullah untuk melancarkan serangan guna mendukung Iran dalam perang regional, yang telah memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.



