Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Sebut Israel Serang Lebanon
Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon

Iran Tuduh Amerika Serikat Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata

Iran secara resmi menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati oleh kedua negara. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (8/4/2026) menyatakan dengan tegas bahwa AS tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan penuh.

Pelanggaran Tiga Poin dalam Proposal 10 Butir

Ghalibaf mengungkapkan bahwa ada tiga poin krusial dalam proposal 10 butir yang diajukan oleh Iran yang dilanggar oleh pihak Amerika Serikat. Salah satu poin utama yang disebutkan adalah masih berlanjutnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon, yang menurut Iran merupakan bagian dari kesepakatan yang seharusnya dihentikan.

"Ketidakpercayaan mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang-ulang terhadap segala bentuk komitmen, sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali," tulis Ghalibaf dalam sebuah pernyataan resmi di media sosial X, seperti dikutip dari laporan CNBC pada hari yang sama.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang merasa dikhianati oleh tindakan AS, yang dianggap tidak konsisten dalam menjalankan kesepakatan damai. Ghalibaf menekankan bahwa pelanggaran ini bukan hanya terjadi sekali, tetapi merupakan pola yang terus berulang, sehingga memperdalam ketidakpercayaan antara kedua negara.

Implikasi dan Dampak terhadap Hubungan Bilateral

Pelanggaran kesepakatan gencatan senjata ini berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut dalam hubungan bilateral Iran-AS, yang sudah lama diwarnai oleh konflik dan saling tuduh. Iran menuntut agar AS segera menaati semua poin dalam proposal 10 butir, termasuk menghentikan dukungan terhadap serangan Israel di Lebanon.

Analis menilai bahwa tuduhan ini dapat memperburuk situasi keamanan regional, terutama di Timur Tengah, di mana konflik antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon sering kali melibatkan kepentingan negara-negara besar seperti AS dan Iran. Kesepakatan gencatan senjata yang awalnya diharapkan dapat meredakan ketegangan, kini justru terancam gagal akibat pelanggaran yang dituduhkan.

Iran berharap bahwa komunitas internasional dapat memberikan tekanan kepada AS untuk mematuhi kesepakatan, sambil memperingatkan bahwa ketidakpatuhan ini dapat berdampak pada stabilitas kawasan yang lebih luas. Pihak AS sendiri belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan dari Iran ini, namun situasi ini terus dipantau oleh berbagai pihak untuk melihat perkembangan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga