Iran Tuding Misi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium
Iran Tuding Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Curi Uranium

Iran Curiga Misi Penyelamatan Pilot AS Adalah Tipu Muslihat untuk Mencuri Uranium

Teheran - Pemerintah Iran menyatakan kecurigaan mendalam terhadap operasi penyelamatan pilot jet tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayahnya. Iran menuding bahwa misi tersebut sebenarnya merupakan kedok untuk mencuri uranium yang diperkaya, menambah ketegangan dalam hubungan kedua negara yang sudah memanas.

Klaim AS dan Respons Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pasukannya berhasil menyelamatkan pilot jet tempur AS yang hilang setelah ditembak jatuh oleh Iran pada Jumat, 3 April 2026. Insiden itu melibatkan penembakan dua jet tempur, tiga drone, dan dua rudal jelajah AS oleh Iran.

AS kemudian mengerahkan pesawat dan helikopter dalam operasi penyelamatan. Namun, Iran membantah keberhasilan misi tersebut dan mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat serta helikopter AS yang terlibat. Militer Iran menggambarkan operasi AS sebagai 'misi penipuan dan pelarian' yang sepenuhnya digagalkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecurigaan Uranium dan Pernyataan Pejabat Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa ada 'banyak pertanyaan dan ketidakpastian' terkait operasi militer AS di wilayah Iran. Dia menekankan bahwa lokasi pilot AS diklaim berada di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, yang jauh dari area pendaratan pasukan AS di wilayah tengah Iran.

"Kemungkinan bahwa ini adalah operasi tipu muslihat untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan," tegas Baghaei dalam pernyataannya pada Senin, 6 April 2026. Dia menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan 'bencana' bagi AS.

Dampak Operasi dan Klaim Tambahan

Militer Iran melaporkan bahwa beberapa pesawat militer AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di Provinsi Isfahan bagian selatan setelah terkena tembakan selama misi penyelamatan. Iran juga menyebut bahwa AS 'terpaksa membombardir pesawat yang jatuh' sebagai akibatnya.

Baghaei mengungkapkan bahwa dua pesawat angkut militer AS jenis C-130 dan dua helikopter Black Hawk telah dihancurkan oleh Iran selama operasi berlangsung. Klaim ini memperkuat narasi Iran bahwa misi penyelamatan AS tidak hanya gagal, tetapi juga menyembunyikan agenda tersembunyi terkait uranium.

Ketegangan ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Iran dan AS, dengan insiden militer seperti ini berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut. Iran terus bersikeras bahwa wilayahnya tidak boleh dilanggar, sementara AS mempertahankan hak untuk melindungi personel militernya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga