Komandan Iran Tuding AS dan Israel Sebagai Pemicu Konflik, Klaim Trump Cari Jalan Keluar
Dalam pernyataan tegas yang disampaikan pada Selasa, 25 Maret 2026, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ali Abdollahi, mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat ini sedang berupaya mencari jalan keluar dari konflik yang melibatkan Iran. Abdollahi dengan lantang menegaskan bahwa perang ini sebenarnya dipicu oleh Amerika Serikat sendiri, bersama dengan sekutunya, Israel.
Tuduhan terhadap AS dan Israel
Ali Abdollahi secara eksplisit menuding bahwa Amerika Serikat dan Israel adalah pihak yang memulai peperangan dengan tujuan strategis untuk melemahkan, bahkan memecah belah, kedaulatan dan integritas Iran. Menurutnya, motif di balik serangan ini adalah upaya untuk menggoyahkan stabilitas politik dan militer negara tersebut.
Ia lebih lanjut mengungkapkan detail tragis dari hari pertama konflik, di mana Pemimpin Revolusi Islam Iran pada waktu itu, Ali Khamenei, dilaporkan tewas bersama sejumlah komandan militer senior Iran. Kejadian ini, kata Abdollahi, merupakan bagian dari skenario yang dirancang untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran dalam waktu yang sangat singkat.
Klaim Kegagalan Skenario AS
Meskipun serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan struktur komando Iran, Abdollahi mengeklaim bahwa skenario tersebut akhirnya gagal total. Ia menyatakan bahwa ketahanan dan respons cepat dari pasukan Iran berhasil menggagalkan tujuan awal Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini menegaskan keyakinan Iran bahwa mereka mampu bertahan di tengah tekanan militer yang intens.
Abdollahi juga menekankan bahwa upaya Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat mulai menyadari kompleksitas dan konsekuensi dari perang yang mereka picu. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi titik balik dalam dinamika hubungan antara kedua negara yang telah lama memanas.
Dengan latar belakang ketegangan yang terus berlanjut, pernyataan Abdollahi ini menyoroti persepsi Iran terhadap peran AS dan Israel dalam konflik, serta optimisme mereka terhadap kegagalan strategi musuh. Situasi ini tetap menjadi sorotan global, dengan implikasi yang luas bagi keamanan regional dan internasional.



