Iran Tantang Trump: 'Hey Trump, You're Fired!' Jelang Tenggat Selat Hormuz
Iran Tantang Trump: 'You're Fired!' Jelang Tenggat Hormuz

Iran Tantang Trump dengan Frasa Khasnya Sendiri Jelang Ultimatum Selat Hormuz

Juru bicara markas besar pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengeluarkan pernyataan mengejek yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan provokatif ini disampaikan tepat menjelang tenggat waktu ultimatum Trump mengenai pembukaan penuh Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi perdagangan minyak global.

'Hey Trump, YOU'RE FIRED!'

Dalam klip video berbahasa Inggris yang dilansir oleh jaringan berita Al Jazeera pada Senin (23/3/2026), Zolfaghari dengan sengaja menggunakan frasa ikonik Trump. 'Hey Trump, YOU'RE FIRED! Anda sudah familiar dengan kalimat ini. Terima kasih atas perhatian Anda pada masalah ini,' ucapnya dengan nada menantang.

Frasa 'You're fired!' memang merupakan ungkapan yang dipopulerkan oleh Donald Trump selama ia menjadi pembawa acara reality show televisi The Apprentice. Ungkapan tersebut biasa digunakan Trump untuk mengeliminasi peserta dan telah menjadi slogan khasnya dalam dunia bisnis dan politik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ancaman Serangan Balasan yang Tegas

Dibalik ejekan tersebut, Iran menyampaikan ancaman serius. Zolfaghari menegaskan bahwa Iran telah bersumpah untuk melancarkan serangan balasan yang keras jika Amerika Serikat melanjutkan ancamannya untuk menyerang jaringan energi dan listrik negara tersebut, khususnya jika Selat Hormuz tetap dalam keadaan diblokade.

Dalam pernyataan terpisah, markas besar Khatam al-Anbiya mengklaim bahwa pasukannya telah melakukan serangan terhadap:

  • Pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi
  • Armada Kelima Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain

Serangan tersebut dikatakan menggunakan rudal dan drone, meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada komentar resmi dari pejabat Amerika Serikat atau Israel.

Klaim dan Penolakan Terkait Operasi Militer

Kelompok militer Iran juga menyatakan bahwa pesawat pengintai AS ditempatkan di pangkalan udara Pangeran Sultan, yang kemudian mereka jadikan sasaran rudal balistik. Mereka menggambarkan lokasi tersebut sebagai titik kunci untuk penempatan dan operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan tegas menolak klaim dari Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Teheran bermaksud untuk menghancurkan pabrik desalinasi air di wilayah Teluk. 'Yang telah kami lakukan adalah mengumumkan keputusan kami bahwa jika terjadi serangan terhadap pembangkit listrik, Iran akan membalas dengan menargetkan pembangkit listrik rezim pendudukan [Israel] dan pembangkit listrik negara-negara di kawasan yang memasok listrik ke pangkalan Amerika,' jelas pernyataan resmi mereka.

Prinsip Pembalasan Setara dan Peringatan Keras

Zolfaghari lebih lanjut menekankan prinsip pembalasan yang setara. 'Kalian menyerang rumah sakit kami, kami tidak melakukannya. Kalian menyerang pusat bantuan kami, kami tidak melakukannya; kalian menyerang sekolah kami, kami tidak melakukannya. Tetapi jika kalian menyerang listrik, kami akan menyerang listrik juga,' tegasnya.

IRGC menegaskan komitmen mereka untuk membalas setiap ancaman dengan cara yang sama, sebagai bentuk pencegahan. 'Kami bertekad untuk menanggapi setiap ancaman dengan tingkat pencegahan yang sama seperti yang ditimbulkannya, dan kami akan melakukannya. Amerika tidak mengetahui kemampuan kami dan akan melihatnya di lapangan,' tambah pernyataan tersebut, mengirimkan pesan peringatan yang jelas kepada Washington.

Ketegangan ini terjadi di tengah tenggat waktu ultimatum Trump untuk pembukaan Selat Hormuz, yang semakin memanaskan situasi geopolitik di Timur Tengah dan berpotensi memengaruhi stabilitas energi global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga