Iran Surati PBB Soal Rencana AS-Israel Targetkan Pejabat Tingginya
Iran Surati PBB Soal Rencana Target Pejabat oleh AS-Israel

Iran Surati PBB Soal Rencana AS-Israel Targetkan Pejabat Tingginya

Pemerintah Iran telah secara resmi memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai laporan media yang mengungkapkan rencana Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk membunuh para pejabat tingginya. Dalam surat resmi yang dikirim pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat, Iran menyatakan keprihatinan mendalam atas ancaman tersebut, yang mencakup target seperti Ketua Majelis Permusyawaratan Islam Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Keprihatinan Iran atas Ancaman Pembunuhan

Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, menegaskan bahwa laporan media ini menunjukkan kerangka kerja operasional yang bertujuan membunuh pejabat politik tertinggi Iran. Iravani menyebut ancaman ini sebagai contoh nyata terorisme negara dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

"Saya meminta perhatian Yang Mulia dan para anggota Dewan Keamanan terhadap laporan yang diterbitkan di media," kata Iravani, seperti dilansir Press TV pada Jumat (27/3/2026). "Laporan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel telah mengidentifikasi dan menetapkan para pejabat tinggi Republik Islam Iran sebagai target pembunuhan."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Laporan Media dan Respons Iran

Sebelumnya, laporan dari Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa nama kedua petinggi Iran tersebut telah dihapus sementara dari daftar target Israel, seiring dengan upaya AS dan Iran menjajaki perundingan damai. Namun, Iravani menekankan bahwa penangguhan rencana ini hanya bersifat sementara, menunjukkan ancaman yang tetap nyata dan berkelanjutan.

Dalam suratnya, Iravani juga menggarisbawahi bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari pola pikir kriminal yang dimulai sejak agresi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan kematian lebih dari 3.000 warga sipil. Dia menambahkan bahwa penggunaan istilah 'daftar target pembunuhan' adalah manifestasi dari tindakan teroris yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.

Implikasi Hukum Internasional

Iran menegaskan bahwa rencana pembunuhan terhadap pejabat tinggi negara anggota PBB yang berdaulat merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, hukum HAM internasional, dan hukum kemanusiaan internasional. Surat ini bertujuan untuk meminta perhatian dunia internasional atas ancaman yang dianggap Teheran sebagai bentuk terorisme negara yang sistematis.

Dengan mengirim surat ini, Iran berharap Dewan Keamanan PBB dapat mengambil tindakan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan melindungi kedaulatan negara-negara anggota dari ancaman semacam itu di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga