Garda Revolusi Iran Serang Kapal Thailand di Selat Hormuz, 3 Awak Hilang
Iran Serang Kapal Thailand di Selat Hormuz, 3 Awak Hilang

Garda Revolusi Iran Serang Kapal Thailand di Selat Hormuz, Tiga Awak Dinyatakan Hilang

Pasukan elite Iran, Garda Revolusi, telah melancarkan serangan terhadap dua kapal yang melintas di perairan strategis Selat Hormuz. Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah kapal pengangkut barang curah yang berasal dari Thailand, menandai eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.

Penutupan Selat Hormuz dan Pembatasan Ketat

Iran diketahui telah menutup akses melalui Selat Hormuz setelah sebelumnya diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Pihak Iran memberlakukan pembatasan yang sangat ketat terhadap semua pihak yang berencana melintasi jalur pelayaran vital ini. Komandan angkatan laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, menegaskan melalui unggahan di platform X bahwa setiap kapal yang bermaksud lewat harus mendapatkan izin resmi dari Iran terlebih dahulu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita ISNA Iran dan dilaporkan AFP, Garda Revolusi menyatakan bahwa "Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, terkena proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC." Pernyataan ini mengkonfirmasi bahwa serangan dilakukan karena kapal-kapal tersebut dianggap melanggar aturan yang baru diberlakukan.

Korban dan Upaya Penyelamatan dari Thailand

Otoritas Thailand telah membuka suara menyusul insiden penyerangan terhadap kapal dari negara mereka di Selat Hormuz. Kementerian Transportasi Thailand mengungkapkan bahwa dari total 23 awak kapal, 20 orang berhasil selamat. Namun, tiga awak kapal lainnya saat ini masih dinyatakan hilang dan pencarian intensif sedang dilakukan.

Kementerian tersebut memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa para awak kapal yang selamat telah meninggalkan kapal dengan menggunakan sekoci penyelamat. Mereka kemudian berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Oman yang beroperasi di wilayah tersebut. Imbas langsung dari serangan yang dilancarkan Garda Revolusi Iran adalah ledakan hebat yang terjadi di bagian buritan kapal. Ledakan ini memicu kebakaran besar di kompartemen mesin, yang merupakan area tempat tiga awak kapal yang hilang tersebut sedang bertugas.

Dampak dan Konteks Ketegangan Regional

Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons terhadap serangan sebelumnya dari AS dan Israel, yang telah meningkatkan tingkat konflik secara signifikan. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak global, sehingga setiap gangguan di area ini berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

Serangan terhadap kapal Thailand ini menambah daftar insiden militer baru-baru ini yang melibatkan Iran dan kepentingan maritim asing. Langkah Iran memberlakukan persyaratan izin khusus untuk melintasi selat tersebut menciptakan preseden baru dalam tata kelola pelayaran internasional di perairan yang secara geografis sangat sensitif. Nasib tiga awak kapal yang masih hilang menjadi perhatian utama pihak otoritas Thailand dan organisasi kemanusiaan internasional.