Iran Balas Serangan AS-Israel dengan Rudal dan Drone ke Fasilitas Militer di Teluk
Iran Serang Fasilitas Militer AS-Israel dengan Rudal dan Drone

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Israel dan Fasilitas Militer AS di Teluk

Teheran - Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone. Serangan ini menargetkan sejumlah area strategis di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berlokasi di negara-negara Teluk. Menurut pernyataan resmi yang dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA dan Fars, aksi ini merupakan bentuk pembalasan atas serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Detail Serangan yang Dilancarkan Iran

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, 27 Maret 2026 dini hari, Garda Revolusi Iran menyebutkan bahwa operasi militer ini melibatkan rudal dengan jangkauan jarak jauh dan menengah. Selain itu, mereka juga menggunakan drone perusak dan drone pengintai untuk melancarkan serangan. Target utama dari aksi ini mencakup aset-aset strategis di Israel, termasuk tangki penyimpanan minyak di Ashdod, lokasi personel militer di permukiman Modi'in, dan pusat pertukaran informasi militer AS di kawasan tersebut.

Di sisi lain, fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain juga menjadi sasaran. Salah satu target yang disebutkan secara spesifik adalah fasilitas pemeliharaan untuk sistem pertahanan udara Patriot milik AS yang ditempatkan di Bahrain. Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa serangan ini berhasil menghantam target-target tersebut dengan kesuksesan penuh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Respons dari Pihak Terkait

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun negara-negara Teluk mengenai dampak serangan terbaru Iran ini. Namun, laporan dari Press TV menyebutkan bahwa target tambahan lainnya termasuk pangkalan militer AS di Al-Dhafra, Uni Emirat Arab, dan pangkalan udara Al-Udeid di Qatar. Selain itu, hanggar perawatan dan penyimpanan untuk pesawat angkut serta drone di pangkalan udara Ali Al-Salem, Kuwait, juga diserang.

Serangan ini semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama dalam konteks konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap gempuran yang dilancarkan oleh AS dan Israel dalam beberapa pekan terakhir. Keberhasilan serangan ini dianggap sebagai pesan tegas dari Teheran kepada musuh-musuhnya di kawasan.

Para analis memperkirakan bahwa serangan balasan ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut, dengan potensi dampak terhadap stabilitas regional dan keamanan internasional. Masyarakat global kini menunggu respons lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan tindakan diplomatik atau militer sebagai bentuk penanganan konflik ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga