Presiden Iran Ingatkan AS untuk Tidak Menyerang dari Pangkalan di Negara Teluk
Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat agar tidak melancarkan serangan dari pangkalan-pangkalan militernya yang berlokasi di negara-negara Teluk yang bertetangga dengan Iran. Dalam pernyataan tegasnya, Pezeshkian menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran yang berasal dari pangkalan militer AS di wilayah regional tersebut tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun.
Percakapan Telepon dengan Sultan Oman
Peringatan ini disampaikan oleh Pezeshkian saat berbicara melalui telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq pada Jumat, 13 Maret 2026, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan situasi regional yang memanas, terutama terkait perang yang sedang berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel.
Pezeshkian menyatakan bahwa Iran sangat menghargai hubungan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangganya. Namun, dia juga menekankan bahwa tidak boleh ada serangan yang menargetkan wilayah Iran yang dilancarkan dari pangkalan-pangkalan AS yang berada di negara-negara tetangga tersebut. "Setiap serangan terhadap Iran yang dilancarkan dari pangkalan militer AS yang terletak di wilayah negara-negara regional tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," tegasnya.
Latar Belakang Ketegangan di Timur Tengah
Situasi di kawasan Timur Tengah telah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan-serangan ini menyebabkan tewasnya sejumlah tokoh pemimpin dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Dalam percakapan telepon itu, Pezeshkian juga mengomentari laporan insiden di Pelabuhan Salalah, Oman. Dia menegaskan bahwa aksi militer Iran hanya menargetkan area-area yang secara langsung terlibat dalam serangan terhadap wilayahnya. Pezeshkian menambahkan bahwa "penyelidikan komprehensif pasti akan dilakukan terkait insiden ini" untuk memastikan kejelasan dan akuntabilitas.
Ketegangan ini mencerminkan dinamika kompleks di kawasan Timur Tengah, di mana hubungan diplomatik dan militer terus diuji. Peringatan dari Presiden Iran ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang telah berlangsung, dengan implikasi potensial bagi stabilitas regional dan global.
