Iran Kritik Negosiasi Trump Sebagai 'Bayang-bayang Ancaman', Siap Perang Lagi
Iran Kritik Negosiasi Trump, Siap Perang Lagi

Iran Nilai Negosiasi dengan AS di Bawah Trump Penuh Ancaman, Siap Lanjutkan Perang

Negosiasi putaran kedua antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih belum menemukan titik terang, dengan Iran secara tegas mengkritik pendekatan yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berunding di bawah tekanan atau ancaman apa pun.

Sindiran Terhadap Pendekatan Trump

Dalam pernyataannya yang dilansir oleh Al Jazeera, Ghalibaf menuding Trump berusaha mengubah meja perundingan menjadi alat untuk penyerahan diri atau pembenaran provokasi perang. "Trump, dengan memberlakukan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini—dalam imajinasinya sendiri—menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali provokasi perang," ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Kesiapan Iran untuk Konflik Baru

Ghalibaf, yang ditunjuk sebagai negosiator utama Iran, menegaskan bahwa negaranya telah bersiap selama dua minggu terakhir untuk mengungkapkan "kartu baru di medan perang" jika negosiasi gagal. Ini menunjukkan kesiapan militer Iran untuk melanjutkan pertempuran, menambah tekanan pada proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Nasib Gencatan Senjata Bergantung pada Hasil Negosiasi

Gencatan senjata antara AS dan Iran, yang dimulai pada 7 April dan berlangsung selama dua pekan, akan berakhir pada besok malam waktu Washington. Presiden Trump menyatakan bahwa nasib gencatan senjata ini sangat tergantung pada hasil negosiasi terbaru di Pakistan. Dalam wawancara dengan Bloomberg yang dilaporkan CNN, Trump mengatakan, "Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya," mengacu pada gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Delegasi AS di Pakistan dan Ketidakpastian Kehadiran Iran

Pakistan bertindak sebagai tuan rumah untuk negosiasi putaran kedua ini, dengan sejumlah delegasi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, telah tiba di Islamabad. Namun, pemerintah Iran belum memutuskan apakah akan hadir dalam pertemuan tersebut, menambah elemen ketidakpastian dalam proses perundingan.

Pernyataan Trump tentang Kemungkinan Pertempuran

Ketika ditanya tentang kemungkinan pertempuran akan berlanjut jika kesepakatan gagal, Trump menjawab, "Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu akan memperkirakannya." Pernyataan ini memperkuat ancaman konflik yang lebih luas, dengan Trump menekankan bahwa ia tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk dan masih memiliki banyak waktu.

Situasi ini menyoroti dinamika kompleks dalam hubungan AS-Iran, di mana diplomasi dan ancaman militer berjalan beriringan, dengan potensi dampak signifikan pada stabilitas regional dan internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga