Iran Klaim Kerugian Infrastruktur Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp 4,6 Kuadriliun
Iran Klaim Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Rp 4,6 Kuadriliun

Iran Klaim Kerugian Infrastruktur Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp 4,6 Kuadriliun

Pemerintah Iran mengumumkan bahwa kerugian infrastruktur yang diderita akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan mencapai sekitar 270 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara dengan kurang lebih Rp 4,6 kuadriliun, dalam konteks meningkatnya tuntutan Teheran untuk memperoleh kompensasi perang melalui jalur diplomasi internasional.

Angka Masih Bersifat Sementara

Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu pada Selasa, 14 April 2026, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa angka kerugian sebesar 270 miliar dolar AS tersebut masih bersifat sementara. Hal ini dikarenakan perhitungan didasarkan pada penilaian awal yang dilakukan oleh pihak berwenang Iran dan belum menjadi hitungan final yang definitif.

"Estimasi kerusakan akibat serangan AS-Israel berada di kisaran 270 miliar dolar AS, dengan merujuk pada evaluasi awal yang masih terus dikaji secara mendalam," ujar Mohajerani dalam pernyataannya. Proses penilaian kerusakan infrastruktur masih berlangsung, mencakup berbagai sektor seperti energi, transportasi, dan fasilitas publik yang terdampak langsung dari operasi militer tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tuntutan Kompensasi melalui Jalur Diplomasi

Pengumuman ini muncul seiring dengan upaya Iran untuk menuntut kompensasi perang melalui jalur diplomasi. Teheran berargumen bahwa serangan gabungan AS dan Israel telah menyebabkan kerusakan parah pada aset-aset strategis negara, yang memerlukan biaya pemulihan yang sangat besar. Pemerintah Iran berencana untuk membawa kasus ini ke forum internasional guna memperjuangkan hak-haknya atas ganti rugi.

Analis menilai bahwa klaim kerugian sebesar Rp 4,6 kuadriliun ini dapat menjadi dasar negosiasi dalam perundingan diplomatik mendatang. Namun, pihak AS dan Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait estimasi angka tersebut, yang mungkin akan memicu perdebatan lebih lanjut mengenai validitas dan metodologi penghitungan yang digunakan oleh Iran.

Dengan situasi yang masih berkembang, dunia internasional terus memantau perkembangan kasus ini, sambil menunggu hasil evaluasi final dari pemerintah Iran yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai skala kerusakan yang sebenarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga