Iran Kecam AS Sebagai 'Cabang Pelapor' Israel, Blokade Selat Hormuz Diuji
Iran Kecam AS Sebagai 'Cabang Pelapor' Israel, Blokade Diuji

Iran Kecam AS Sebagai 'Cabang Pelapor' Israel, Blokade Selat Hormuz Diuji

Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, secara terbuka mengecam Gedung Putih dengan menyatakan bahwa lembaga eksekutif Amerika Serikat itu telah berubah menjadi "cabang pelapor" untuk Israel dan tidak bertindak independen dalam kebijakan luar negerinya. Pernyataan keras ini disampaikan Aref melalui unggahan di akun media sosial X pada hari Selasa (14/4/2026), sebagai respons langsung terhadap klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Wakil Presiden AS JD Vance rutin melapor kepadanya.

Dukungan Iran untuk Paus Leo XIV yang Dikritik Trump

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama sejumlah tokoh politik senior negara tersebut menyatakan dukungan kuat kepada Paus Leo XIV yang mendapat kritik tajam dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Paus Leo sebelumnya telah mengkritik kebijakan Trump terhadap Iran dan sikapnya yang dinilai memicu konflik. Dalam pesannya, Pezeshkian mengutuk apa yang disebutnya sebagai "ketidakhormatan" terhadap Paus dan Yesus, yang ia anggap sebagai nabi perdamaian.

Uji Coba Blokade AS di Selat Hormuz oleh Kapal-Kapal Iran

Sementara ketegangan diplomatik memanas, setidaknya tiga kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz meskipun ada blokade militer Amerika Serikat yang mulai berlaku pada hari Senin. Namun, beberapa kapal lainnya yang mengambil rute serupa dilaporkan berbalik arah. Data pelacakan maritim menunjukkan, kapal-kapal ini termasuk dalam tujuh kapal terkait Iran yang melewati selat strategis tersebut setelah blokade diumumkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut penyedia data maritim Kpler, kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, tercatat melintasi selat setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini. Di sisi lain, laporan Wall Street Journal mengungkap bahwa delapan kapal tanker minyak Iran telah dicegat oleh angkatan laut AS sejak blokade dimulai, menguatkan upaya Washington untuk menghentikan perdagangan ekonomi Iran via laut.

PBB Soroti Peningkatan Kapasitas Nuklir Korea Utara

Di luar konflik Timur Tengah, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyoroti kemampuan Korea Utara yang meningkat pesat dalam memproduksi senjata nuklir. Kepala IAEA Rafael Grossi menegaskan adanya "peningkatan yang sangat serius" dalam kapasitas negara komunis tersebut, dengan intelijen Korea Selatan meyakini Pyongyang mengoperasikan beberapa fasilitas pengayaan uranium. Reaktor di situs nuklir Yongbyon, yang sempat dinonaktifkan, dilaporkan telah diaktifkan kembali sejak tahun 2021.

Serangkaian perkembangan ini memperlihatkan dinamika kompleks dalam politik global, di mana ketegangan antara Iran dan AS terus memanas, sementara isu keamanan nuklir di Semenanjung Korea tetap menjadi perhatian utama masyarakat internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga