Iran Bantah Target Azerbaijan, Klaim Serangan Drone untuk Pangkalan AS-Israel
Iran Bantah Target Azerbaijan, Serangan untuk AS-Israel

Iran Bantah Serang Azerbaijan, Wamenlu: Kami Tak Targetkan Negara Tetangga

Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, secara tegas membantah bahwa Iran telah menargetkan Azerbaijan dalam serangan drone terkini. Pernyataan ini disampaikan setelah dua drone Iran dilaporkan menghantam wilayah otonom Nakhchivan, termasuk area bandara dan dekat sekolah, pada Kamis (5/3/2026).

Klaim Iran: Target Adalah Pangkalan Militer AS dan Israel

Dalam siaran kantor berita Tasnim Iran yang dilansir Aljazeera, Gharibabadi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak berniat menyerang negara tetangganya. "Republik Islam Iran tidak menargetkan Republik Azerbaijan," ujarnya. "Kami tidak menargetkan negara-negara tetangga kami. Serangan itu menargetkan pangkalan militer musuh-musuhnya yang aktif di wilayah tersebut dan digunakan untuk menyerang Iran, termasuk pangkalan milik AS dan Israel."

Insiden ini terjadi dalam konteks rentetan serangan pembalasan Iran atas gempuran Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya sejak akhir Februari 2026. Teheran diketahui menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS.

Dampak Serangan dan Respons Azerbaijan

Setidaknya dua drone yang melintasi perbatasan dari wilayah Iran menghantam area Bandara Nakhichevan dan dekat sekolah di desa Shekerabad. Kementerian Luar Negeri Azerbaijan melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan:

  • Kerusakan pada bandara
  • Dua warga sipil terluka

Sebagai respons, otoritas Azerbaijan memanggil utusan diplomatik Iran di Baku untuk menyampaikan protes keras. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan menegaskan bahwa serangan semacam itu "bertentangan dengan norma dan prinsip hukum internasional dan berkontribusi pada meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut." Mereka juga mengancam akan mengambil tindakan balasan yang sesuai.

Latar Belakang Geopolitik dan Ketegangan Regional

Nakhichevan, wilayah eksklave Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran dan dipisahkan dari daratan utama oleh Armenia, menjadi lokasi serangan ini. Insiden ini memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah memanas akibat konflik internasional terkait aktivitas militer AS dan Israel.

Iran terus menegaskan bahwa operasinya hanya ditujukan untuk membalas serangan dari musuh-musuhnya, sementara Azerbaijan menekankan haknya untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan wilayahnya. Situasi ini mengundang perhatian global terhadap stabilitas kawasan Kaukasus Selatan.