Teheran - Iran dengan tegas menyatakan bahwa belum ada kesepakatan final yang dicapai dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul sebagai respons atas klaim Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan adanya "penyelesaian besar" untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Pernyataan Resmi Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam keterangannya kepada AFP pada Jumat (12/6/2026) menyatakan, "Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut." Pernyataan ini secara langsung membantah pengumuman Trump yang menyebutkan bahwa negosiasi telah mencapai titik akhir.
Kantor berita Tasnim, yang dekat dengan kalangan elite Iran, mencatat bahwa Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir. Hal ini menunjukkan pola klaim yang sering kali tidak terbukti. Tasnim memperingatkan, "Sampai Iran secara resmi mengumumkan adanya potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya."
Latar Belakang Konflik
Sebelumnya, Trump secara mendadak membatalkan serangan terhadap Iran dan mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan, "Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini."
Trump juga mengklaim bahwa "diskusi dan poin-poin akhir telah, baik dalam konsep maupun detailnya, disetujui oleh semua pihak yang terlibat," termasuk AS dan Israel, yang bersama-sama melancarkan perang dengan Iran pada bulan Februari lalu.
Namun, sikap Iran yang tetap menolak klaim tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih jauh dari kata selesai. Masyarakat internasional kini menunggu langkah selanjutnya dari Teheran dan Washington dalam konflik yang telah mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.



