Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengajak putranya, Solihin Kalla, untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB dan disambut oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan yang Sudah Direncanakan
Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa permintaan pertemuan dari JK telah disampaikan beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, JK didampingi oleh putranya yang juga menjabat sebagai CEO Kalla Grup. Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo selalu membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional dan pelaku usaha untuk memperkuat persatuan serta membangun kolaborasi demi kemajuan bangsa.
Pembahasan Proyek Energi Nasional
Dalam pertemuan tersebut, JK mengungkapkan bahwa mereka membahas percepatan swasembada energi nasional. Proyek-proyek investasi energi menjadi topik utama, dengan nilai investasi mencapai Rp60-70 triliun. JK menyatakan bahwa desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia dan siap direalisasikan. Ia juga menyebutkan pengalaman sebelumnya dalam membangun PLTA berkapasitas 1.500 megawatt dan kesiapan untuk mengembangkan proyek baru sebesar 2.000 megawatt, termasuk PLTG.
Menurut JK, ketersediaan energi menjadi faktor krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional dari 5% menjadi 8%. Presiden Prabowo setuju untuk segera merealisasikan proyek energi nasional, khususnya green energy, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Isu Perdamaian Internasional
Selain energi, JK dan Prabowo juga bertukar pandangan mengenai isu perdamaian internasional. Pembahasan mencakup perkembangan situasi di Thailand selatan serta hubungan antara Pakistan dan Afghanistan. JK menekankan pentingnya dialog dan kerja sama dalam menyelesaikan konflik di berbagai negara.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen para pemimpin nasional untuk terus berkolaborasi dalam memajukan bangsa dan berkontribusi pada perdamaian dunia.



