Iran Laporkan Serangan Rudal AS-Israel Hantam Dua Sekolah di Parand
Media Iran, Fras, melaporkan bahwa rudal yang ditembakkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menghantam dua sekolah di kota Parand, yang terletak di barat daya Teheran, pada Kamis (5/3/2026). Laporan ini disertai dengan foto-foto yang menunjukkan kerusakan parah dan puing-puing di lokasi yang tampak seperti ruang kelas, memperkuat klaim tentang dampak serangan tersebut terhadap infrastruktur pendidikan.
Serangan Beruntun dalam Enam Hari
Insiden di Parand ini terjadi hanya enam hari setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di kota Minab, di wilayah selatan Iran. Serangan sebelumnya di Minab dilaporkan telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan, dengan pihak berwenang Iran menetapkan jumlah korban tewas terakhir sebanyak 165 orang, termasuk siswi dan staf sekolah.
Kedua serangan ini menandai eskalasi ketegangan di kawasan tersebut, dengan Iran secara konsisten menuduh AS dan Israel sebagai pelaku di balik aksi-aksi militer ini. Foto-foto yang dibagikan oleh media Iran menunjukkan kerusakan struktural yang parah, dengan dinding roboh dan perabotan kelas berserakan, mengindikasikan kekuatan ledakan yang besar.
Dampak pada Pendidikan dan Korban Sipil
Serangan terhadap sekolah-sekolah ini telah memicu keprihatinan internasional mengenai perlindungan warga sipil, terutama anak-anak, dalam konflik. Pihak berwenang Iran belum merilis rincian lebih lanjut tentang korban jiwa atau luka-luka dari serangan terbaru di Parand, tetapi insiden di Minab telah mencatat korban tewas dalam jumlah besar, menyoroti risiko yang dihadapi oleh lingkungan pendidikan.
Analis mencatat bahwa pola serangan ini dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam dinamika geopolitik regional. Iran telah berulang kali mengutuk aksi-aksi semacam itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional, sementara AS dan Israel biasanya tidak mengomentari operasi spesifik di wilayah tersebut.
Dengan meningkatnya ketegangan, komunitas global mengawasi perkembangan ini dengan cermat, menyerukan penyelidikan independen dan langkah-langkah untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengancam stabilitas kawasan.
